Tukang tusuk sate penghina Jokowi sekap bocah 10 tahun di Puncak

Selasa, 12 Juli 2016 09:29 Reporter : Nur Fauziah
arsyad bebas. ©2014 Merdeka.com/praz mohammad

Merdeka.com - Muhammad Arsyad alias Imen (26) penculik F (10) di Depok ternyata pernah masuk penjara sebelumnya. Saat itu Arsyad membuat heboh lantaran tukang sate itu menyebar foto penghinaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 silam.

"Dia pernah diamankan oleh Bareskrim Polri atas tuduhan pornografi dan penghinaan atas tindakannya mengunggah gambar hasil rekayasa yang menunjukkan Presiden Joko Widodo," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho, Selasa (12/7).

Setelah penuh kritik dan pro kontra akhirnya Arsyad saat itu dibebaskan. Kini, dalam kasus teranyar, Arsyad menculik anak di bawah umur dan dibawa ke Puncak, Bogor. Tersangka diduga hendak mencabuli korbannya.

Beruntung korban bisa diselamatkan oleh warga dan petugas keamanan setempat. "Saat ini pelaku sudah kami amankan dan masih kami telusuri lebih dalam," tandasnya.

Sebelumnya, MA menculik F dengan iming-iming akan diberi jajan. Setelah F tergoda, pelaku kemudian membawanya ke kawasan Puncak. "Diberi jajannya di minimarket di Puncak, Bogor," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan.

Setelah itu, korban dibawa ke sebuah kamar villa yang disewa pelaku. Sampai di sana, korban menangis tanpa henti dan membuat petugas keamanan curiga. Kemudian petugas melaporkan ke polisi. "Akhirnya oleh keamanan dan warga di gerebek dan diserahkan ke Polsek Cisarua," tandasnya.

[eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini