Tragedi Stadion Kanjuruhan, KPAI Sebut Bisa Berdampak Berat pada Kejiwaan Anak

Minggu, 2 Oktober 2022 13:04 Reporter : Ronald
Tragedi Stadion Kanjuruhan, KPAI Sebut Bisa Berdampak Berat pada Kejiwaan Anak Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 AFP

Merdeka.com - KPAI menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ratusan orang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) usai laga Arema vs Persebaya.

"Tentunya pasca-kejadian tersebut, akan membawa dampak kejiwaan yang berat bagi anak, apalagi bila disertai peristiwa terpisah dengan orangtua, kehilangan orangtua, atau kehilangan saudaranya," kata Kadivwasmonev KPAI Jasra Putra dalam siaran pers yang di terima, Minggu (2/10).

Dalam tanda ini, KPAI berharap semua fokus pada pelayanan korban yang maksimal, baik yang masih hidup maupun telah meninggal. Lembaga layanan yang tersedia, bisa jemput bola untuk menolong situasi anak dan keluarga, yang masih perawatan.

"Agar segera bisa di dampingi dan direspon baik, dalam rangka mengurangi hal yang lebih buruk dihadapi anak," ujarnya.

"Panitia dapat memberikan data kepada para petugas yang merespons situasi darurat di sana, agar bisa dirintis pusat informasi crisis center dalam penelusuran pencarian korban dan data keluarga, menerima laporan keluarga korban, menerima anak anak yang mungkin terpisah dari keluarga, anak anak yang ditinggal ortu karena meninggal," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Ia akui, sepakbola adalah tontonan keluarga. Untuk itu penting menghadirkan sepakbola yang ramah anak.

"Karena anak masuk di acara dengan sebutan supporter, tentu ada perlakuan khusus, seperti edukasi, mitigasi dan pengurangan resiko bagi orang tua yang membawa anak di stadion. Tentu mereka tidak siap jika tiba tiba harus berhadapan dengan gas air mata dan kekerasan. Lain dengan mereka yang biasa berdemonstrasi telah mempersiapkan diri ketika banyak gas air mata," bebernya.

Bagi KPAI, lanjutnya, saat ini mari bergerak dengan maksimal untuk para korban, sepakbola adalah keluarga, tontonan keluarga, jiwa keluarga, sehingga dalam peristiwa ini, kekeluargaan dalam sepakbola jangan hilang.

"Saatnya terpanggil sebagai keluarga sepakbola, membantu para korban dan mengurangi beban penderitaan," pungkasnya. [eko]

Baca juga:
Komnas HAM Dalami Insiden Stadion Kanjuruhan: Ini Tragedi Kemanusiaan
PSSI Sudah Lapor FIFA Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan
Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mata Usai Laga Arema FC vs Persebaya
Puan Maharani Minta Aparat Investigasi Total Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Kisah Suporter Gotong Wanita di Kanjuruhan, Belum Sempat Kasih Minum Keburu Meninggal
Wagub DKI: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Tidak Boleh Terulang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini