Tragedi Kanjuruhan, Fadli Zon Nilai Kapolda Jatim Harus Tanggung Jawab

Rabu, 5 Oktober 2022 18:49 Reporter : Ahda Bayhaqi
Tragedi Kanjuruhan, Fadli Zon Nilai Kapolda Jatim Harus Tanggung Jawab Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 AFP

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai pihak pengamanan perlu bertanggungjawab terhadap Tragedi Kanjuruhan. Fadli menilai, gas air mata yang ditembakkan polisi ke tribun menyebabkan kematian ratusan suporter Arema.

Penggunaan gas air mata itu sendiri telah dilarang oleh FIFA. Apalagi aparat penegak hukum tidak boleh menjadikan masyarakat sebagai musuh.

"Menurut saya kuncinya jelas di situ gas air mata, penerapan gas air mata di lapangan yang kabarnya itu tidak diperbolehkan oleh FIFA sendiri jelas. Kenapa misalnya kalau untuk mempersiapkan, mengantisipasi itu bukan water canon, bukan air yang netral. Tentu enggak akan banyak korban, apalagi sampai meninggal. Paling orang berjatuhan atau apa," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10).

"Rakyat itu bukan musuh, apalagi ini suporter sepak bola, mereka datang ke situ untuk santai-santai untuk menikmati hiburan, mengapresiasi tim yang bertanding olahraga, jangan dianggap musuh, ini seperti menganggap rakyat itu kayak musuh. Ini enggak boleh, mentalitas seperti ini yang harus diubah dari aparat penegak hukum juga, aparat pengamanan," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Fadli mendesak aparat kepolisian bertanggungjawab atas tragedi di Stadion Kanjuruhan. Kapolda Jawa Timur Irjen Afinta untuk dicopot sebagai pihak yang bertanggungjawab.

"Harus ada yang bertanggungjawab. Kalau saya lihat sih Kapolda juga diganti aja, kan itu aspirasi masyarakat juga. Jadi harus sensitif lah melihat kalo misalkan, kalau di luar negeri itu bukan dicopot, mundur," katanya.

Dalam acara P20 ini, Fadli mengaku banyak mendapatkan ucapan duka oleh anggota parlemen dunia atas tragedi Kanjuruhan. Salah satunya ketua parlemen Inggris.

"Apalagi Inggris merupakan salah satu pusat permainan olahraga sepak bola dunia dan disitu tidak pernah ada kejadian yang luar biasa seperti ini, tidak perlu sama sama sekali unnecessary tragedy," tegas Ketua BKSAP DPR ini.

Baca juga:
Persebaya dan Arema FC Sepakat Mengakhiri Perselisihan Bonek dan Aremania: Bendera Perdamaian Berkibar
Kesedihan Jokowi di Depan Pintu Maut 12 Stadion Kanjuruhan, Tempat Korban Berjatuhan
Komnas HAM Ungkap Kondisi Jenazah Tragedi Kanjuruhan: Wajah Lebam hingga Rahang Patah
Duka dan Trauma Andi Hariyanto Kehilangan Istri-Anak di Tragedi Kanjuruhan
Iwan Bule Respons Tuntutan Mundur sebagai Ketua PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan (uds)

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini