Tradisi celup tinta saat pembagian daging kurban di Masjid Kauman Semarang

Kamis, 23 Agustus 2018 00:32 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Tradisi celup tinta saat pembagian daging kurban di Masjid Kauman Semarang Pembagian daging kurban di Masjid Kauman Semarang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Perayaan Idul Adha, warga Semarang mengantre daging kurban di Masjid Kauman, Rabu (21/8). Adapun untuk mengatur agar pembagian berlangsung tertib dan adil, panitia Badan Pelaksana Pengelola Masjid Kauman menerapkan sistem celup jari dalam tinta seperti saat pemungutan suara pemilu.

Panitia tidak khawatir meski pembagian daging banyak yang antre, setiap orang pasti kebagian. Sebab dalam perayaan Idul Adha ini, masjid Kauman yang terkenal tertua di Semarang menyiapkan 17 ekor sapi, 50 ekor kambing, dan 3 ekor kerbau.

"Pastinya antre sudah kami atur oleh panitia, dan petugas polisi menjaga di setiap titik. Yang pasti semua kebagian," kata sekretaris Masjid Kauman, Muhaimin.

Namun yang menjadi aneh, setiap tahunnya banyak orang yang antre untuk mendapatkan daging kurban. Padahal kalau diperkirakan mendapatkannya lebih banyak kalau di masjid lain.

"Satu orang dapat tiga ons, sampai ditunggu beberapa jam. Mereka lebih milih di Masjid Kauman karena sudah tradisi, dan sudah biasa," jelasnya.

Terkait kriteria orang mendapatkan daging, pihaknya tidak membedakan. Semua yang antre akan dilayani dan akan mendapatkan daging kurban dengan mencelupkan tinta.

"Jadi antre dulu, dapat giliran ambil daging celup tinta, setelah itu dapat daging yang sudah dipersiapkan panitia," terangnya.

Tradisi celup tinta saat Idul Adha sudah berjalan 14 tahun terakhir. Dengan tanda tinta bisa lebih gampang dideteksi karena sulit dihapus daripada dengan menyebar kupon.

"Ini juga bisa menekan kericuhan saat acara pemberian sedekah daging berlangsung," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kericuhan, pihak panitia sudah koordinasi dengan pihak kepolisian serta petugas masjid. Sedangkan dalam pembagian daging sendiri, pengurus masjid sudah mempersiapkan 8.000 bungkus daging kurban bagi kaum duafa dan anak jalanan.

"Pembagian sedekah daging kami fokuskan untuk warga sekitar kampung Kauman yang tidak ter-cover pemberian daging," ungkapnya.

Untuk pembagian daging, panitia sendiri sudah membagikan daging sejak pukul 14.30 WIB. Sebagai mengantisipasi kericuhan saat proses pembagian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Kami juga minta petugas polisi yang mengamankan proses pembagian kurban. Jadi kalau ada masalah dorong-dorongan petugas langsung turun tangan menyelamatkan beberapa orang yang terdesak dalam antrian," jelasnya.

Sementara itu seorang warga bernama Erik Saputra (47) rela antre untuk mendapatkan daging kurban sejak tadi pagi. Biasanya ia sudah mempunyai jadwal kalau Idul Adha ke Masjid Kauman.

"Tiap tahun saya pasti ke sini, antre tidak apa-apa yang penting berkah mas," kata Erik. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini