TPA Putri Cempo Solo terbakar, pembangunan PLTS jalan terus

Selasa, 23 Oktober 2018 13:27 Reporter : Arie Sunaryo
TPA Putri Cempo Solo terbakar, pembangunan PLTS jalan terus Kebakaran di TPA Putri Cempa Solo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo terus berjalan. Kebakaran hebat yang terjadi Jumat malam pekan lalu tak banyak berpengaruh pada proyek tersebut. Karena volume sampah terdampak tak terlalu banyak.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo kepada wartawan, Selasa (23/10). Rudyatmo mengatakan jumlah sampah yang terbakar relatif sedikit dibandingkan dengan keseluruhan sampah di sana. Ia optimis kondisi tersebut tak akan berdampak signifikan terhadap proyek PLTS.

"Sampah yang terbakar cuma sedikit kok, tidak ada dampaknya. Toh nanti juga seluruh sampah akan diolah menjadi energi listrik," ujar Rudy sapaan akrabnya.

Rudy mengemukakan, kebakaran sampah yang terjadi di TPA Putri Cempo merupakan masalah yang hampir terjadi setiap tahun. Terutama saat musim kemarau panjang. Ada beberapa kemungkinan kebakaran sampah terjadi yakni karena faktor cuaca dan ulah manusia.

"Kalau kebakaran itu hampir tiap musim kemarau. Secara teknis tumpukan sampah memiliki kandungan gas yang mudah terbakar pada suhu panas seperti pada musim kemarau ini," katanya.

Sedangkan faktor lainnya, lanjut dia, kebakaran bisa saja diakibatkan ulah manusia yang sengaja membakarnya. Ia mengingatkan warga agar tak membakar sampah sembarangan. Pihaknya mengancam untuk mempidanakan bagi warga terbukti sengaja membakar sampah tersebut.

Rudy menjelaskan, larangan membakar sampah sudah diatur dalam pasal 36 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah.

"Siapapun dilarang membakar sampah atau kotoran lain di pekarangan, jalan, jalur hijau, taman. Selain itu di dalam dan sekitar tempat pembuangan sampah (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA) maupun tempat-tempat umum lain," tegasnya.

Bagi pelanggar, lanjut dia, bisa dijatuhi sanksi maksimal 3 bulan kurungan pidana dan atau denda maksimal Rp 50 juta. Untuk mengantisipasi aksi kebakaran terulang kembali di TPA Putri Cempa, pihaknya telah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menggencarkan pengawasan di sekitar lahan.

Sementara itu, PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) selaku investor PLTSa, Elan Syuherlan memastikan kebakaran sampah TPA Putri Cempo tak mempengaruhi persiapan operasional PLTS.

Menurutnya, saat ini pihaknya terus memaksimalkan pembangunan infrastruktur pendukung sambil menunggu rampungnya penandatangan PJBL dengan PT PLN.

"Harapan kita kontrak kerja sama pembelian listrik tersebut dapat selesai secepatnya," kata dia. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran
  2. PLTS
  3. Jakarta
  4. FX Hadi Rudyatmo
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini