Tolak Remisi Pembunuh Prabangsa, Puluhan Wartawan di Bali Bagikan Mawar Hitam

Kamis, 31 Januari 2019 12:37 Reporter : Moh. Kadafi
Tolak Remisi Pembunuh Prabangsa, Puluhan Wartawan di Bali Bagikan Mawar Hitam Aksi puluhan jurnalis tolak remisi pembunuh wartawan di Bali. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Desakan untuk mencabut remisi yang diberikan kepada Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan AA Gede Bagus Narendra Prabangsa, terus menggelora di Bali.

Kali ini, giliran puluhan wartawan yang tergabung dalam empat komunitas wartawan Bali timur (Bangli, Gianyar, Klungkung dan Karangasem) bersama sejumlah komponen masyarakat menggelar aksi damai di depan Monumen Puputan, Kabupaten Klungkung, Bali, Kamis (31/1).

Aksi damai ini sebagai bentuk perjuangan para kuli tinta di Bali agar remisi kepada Susrma dibatalkan. Sebab mereka menilai remisi kepada Susrama menciderai rasa keadilan yang sudah dijatuhkan oleh majelis hakim kepada terpidana Susrama.

Koordinator lapangan Gede Juliarsana menyatakan, remisi kepada Susrama selain menciderai rasa keadilan juga bisa menjadi ancaman bagi kebebasan pers.

"Ini bisa menjadi tanda ancaman bagi kebebasan pers yang bertanggung jawab," kata Juliarsana yang juga salah seorang anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Juliarsana juga mengungkapkan, lokasi aksi damai sengaja dipilih di depan Monumen Puputan Klungkung. "Karena kami ingin semangat Puputan Klungkung menjadi spirit perjuangan kami, kalau kami jurnalis Indonesia akan terus berjuang sampai remisi kepada Susrama benar-benar dicabut," ungkapnya.

Aksi damai, selain diisi orasi juga pembagian bunga mawar hitam kepada warga sebagai simbol pers Indonesia sedang 'berduka'. Aksi juga diisi long march mengelilingi Catus Pata (simpang empat).

"Catus pata sebagai simbul titik nol. Pers kembali berjuang dari nol guna memperjuangkan kebebasan pers," imbuh Juliarsana.

Peserta aksi damai lainnya, Nengah Arianta menyatakan, negara harus konsisten mengakui peran pers sebagai pilar pembangunan bangsa.

"Kalau negara konsisten, bagaimana bisa remisi diberikan kepada pelaku pembunuhan wartawan secara sadis," ujar Arianta salah seorang anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali ini.

Ia berharap Presiden Joko Widodo, mendengar aspirasi para pekerja media di Bali, agar membatalkan remisi kepada Susrama.

Pernyataan sikap dari komunitas jurnalis ini lalu diserahkan ke Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk dilanjutkan ke pihak-pihak terkait.

Pernyataan sikap ini juga akan diteruskan ke kepala daerah lainnya, untuk ikut sama-sama memperjuangkan aspirasi dari kuli tinta di Bali. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini