Tolak Pengesahan RUU KUHP, Gabungan Mahasiswa Jatim Geruduk Gedung DPRD

Rabu, 25 September 2019 12:03 Reporter : Erwin Yohanes
Tolak Pengesahan RUU KUHP, Gabungan Mahasiswa Jatim Geruduk Gedung DPRD Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demonstrasi di Jawa Timur. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Timur hari ini melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Jatim. Dalam aksi kali ini, para mahasiswa meneriakkan berbagai macam tuntutan, utamanya soal berbagai rancangan undang-undang yang saat ini hendak disahkan oleh DPR.

Dengan membawa berbagai macam poster, para mahasiswa ini juga meneriakkan berbagai macam yel-yel yang intinya mengecam berbagai kebijakan eksekutif dan legislatif.

"Tuntaskan persoalan HAM, tolak RUU yang tidak berpihak para rakyat. RUU KUHP, UU KPK, reformasi dikorupsi!" ujar salah satu korlap aksi, Rabu (25/9.

Sementara itu, polisi memastikan tidak akan menggunakan senjata api maupun senjata berpeluru karet dalam menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi pada hari ini dan besok di Jawa Timur. Untuk meredam massa aksi, polisi mengerahkan pasukan Asmaul Husna dan Polisi Wanita (Polwan) digaris terdepan.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, saat di gedung DPRD Provinsi Jatim. Kapolda mengatakan, untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa yang akan berlangsung pada hari ini, pihaknya mengerahkan setidaknya 700 personel pasukan.

"Ada 700 personel untuk hari ini dan ada beberapa kota di Malang juga kami siapkan juga memang Malang dan Surabaya ini menjadi atensi khusus," ujarnya, Rabu (25/9).

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menyiapkan pasukan Asmaul Husna dan para Polwan agar dapat 'mendinginkan' suasana saat aksi massa berlangsung.

Ia juga memastikan, jika pasukannya tidak akan memakai senjata berpeluru tajam dan peluru karet. "Kami cek tidak ada yang membawa senjata baik itu karet maupun tajam," tegasnya.

Ia pun memastikan akan menjaga dan mengawal aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa.

"Kami sebagai aparat kepolisian akan siap mengamankan mereka dan saya akan kawal dari awal berangkat ini sudah titik-titik pemberangkatan sampai dengan sini dan kami persilakan unjuk rasa sesuai dengan aturan yang ada. Kami akan membuat mereka untuk sampaikan aspirasinya dan kami akan kawal ketemu dengan mungkin pimpinan dewan yang ada di sini," ucapnya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Bagaimana Pendapat Anda soal RUU KUHP? Klik di Sini! [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini