Tolak BBM naik, mahasiswa blokir Jl Solo-Yogyakarta

Senin, 19 Maret 2012 14:12 Reporter : Parwito
Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Yogyakarta ricuh. merdeka.com/Parwito

Merdeka.com - Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM yang digelar gabungan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) di Yogyakarta, Senin (19/3), berlangsung ricuh.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu diawali dengan pemblokiran Jalan Raya Solo, serta membakar patung kertas babi. Akibatnya jalan yang menghubungkan Yogyakarta-Solo itu ditutup sementara oleh petugas kepolisian.

Tak hanya itu, demonstran juga mencorat coret jalan dan berusaha membakar foto Presiden SBY dan Wapres Boediono, namun hal itu gagal dilakukan karena 200 petugas polisi langsung diterjunkan untuk menggagalkannya.

Polisi bahkan mengeluarkan sejumlah tembakan peringatan, serta gas air mata untuk memukul mundur ratusan mahasiswa. Namun arah angin yang berhembus ke arah polisi menyebabkan belasan polisi ikut terkena gas air mata.

Dengan menggunakan sebuah mobil water canon, polisi akhirnya berhasil memukul mundur para demonstran yang lari ke dalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Aksi ini sengaja digelar karena Wakil Presiden Boediono tengah berada di Yogyakarta untuk membuka acara seminar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Menurut rencana, selepas menghadiri seminar Wapres akan melewati Jalan Raya Solo, tepatnya Jalan Adisoetjipto Yogyakarta.

Sampai berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih terus berlangsung. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Demo BBM
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.