Tol Cikampek jadi simpul macet saat arus mudik, Kakorlantas cari rute alternatif

Selasa, 13 Maret 2018 20:03 Reporter : Nur Habibie
Tol Cikampek jadi simpul macet saat arus mudik, Kakorlantas cari rute alternatif Macet di Tol Cikampek. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa memantau beberapa jalur mudik Lebaran. Meski arus mudik Lebaran diprediksi baru akan dimulai tiga bulan lagi, tapi dia ingin mengetahui jalur alternatif di ruas tol Jakarta-Cikampek.

"Jalur tersebut memang menjadi titik macet akibat adanya 3 pengerjaan proyek yakni proyek Light Rapid Transit (LRT), pembangunan tol layang Cikampek sesi II dan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung," kata Royke melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (13/3).

Royke memantau jalur yang dinilai menjadi titik kemacetan mulai dari Cikampek, Cipali, exit tol Brebes Timur (Brexit) dan exit tol Gandulan Pemalang. Menurutnya, mulai dari jalur Brexit hingga tol Gandulan masih banyak jalur yang belum selesai pengerjaannya. Meski demikian, dia yakin jalur tol Brebes hingga Gandulan, Pemalang akan siap beroperasi pada H-10 Lebaran.

"Masih banyak hal yang perlu dibenahi, karena memang sekarang mengkaji karena maret beberapa tol di Cipali masih banyak beberapa lubang perbaikan. Kemudian di Cikampek akan menjadi hambatan arus mudik yaitu pembangunan tol elevated Cikampek, kemudian LRT, kemudian rel kereta api cepat Bandung-Jakarta ini juga rawan. Tidak ada pekerjaan itu saja sudah padat apalagi ada pekerjaan," sambungnya.

Dia memprediksi, jalur arteri akan normal dan sepi. Meskipun ada potensi kepadatan bisa terjadi di Brebes, Tegal Kota. Namun dinilai tingkat kemacetannya tidak berbahaya terlalu parah.

Dari hasil survei, di pintu keluar tol Gandulan masih dalam proses pengerjaan selama kurang lebih 30 km. Namun pada saat arus mudik tepatnya h-10, kata dia, sudah selesai dalam kriteria tol operasional.

Tol fungsional Semarang tersambung dengan tol Krapyak. Ini adalah tol Lingkar Semarang yang akan terus melewati tol Jatingaleh, Tembalang, Banyumanik, Salatiga, Tingki sampai ke Solo. Bahkan tersambung hingga ke Surabaya.

"Kaligangsa sampai Gandulan operasional itu artinya sudah berbayar. Dari Gandulan sampai Semarang ini masih fungsional, sementara," tandasnya.

Kapasitas rest area juga menjadi perhatian. Dia melihat saat arus mudik tahun lalu kondisi rest area masih dalam batas toleransi meskipun diakuinya sangat parah. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini