Tokoh pemuda kampung puji program NH-Aziz sediakan lapangan kerja luas

Selasa, 13 Maret 2018 15:00 Reporter : Kurniawan
Syamsuddin, tokoh pemuda desa Lekopancing. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Beragam program kerja unggulan pasangan kandidat gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid-Aziz Qahhar menuai pujian dari masyarakat. Salah satunya seputar janji pasangan itu menghadirkan lapangan kerja meluas.

Syamsuddin, tokoh pemuda desa Lekopancing, kecamatan Tanralili kabupaten Maros, menyebut program NH-Aziz mengena di masyarakat. Mereka disebut tahu betul apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mendasar yang umum dirasakan warga.

"Kami harap program-program ini bukan sekadar slogan saja. Kalau itu bisa diwujudkan, tentu kita berikan apresiasi lebih," kata Syamsuddin di sela kampanye tatap muka NH-Aziz dengan warga di desa Lekopancing, Maros, Selasa (13/3).

Diketahui, salah satu program kerja prioritas NH-Aziz adalah menciptakan minimal 100 ribu lapangan kerja baru. Tenaga kerja, utamanya akan diserap melalui tiga lembaga perekonomian yang jadi ujung tombak di masyarakat. Yakni badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Tani, dan Koperasi.

Bagi Syamsuddin, semua kandidat calon gubernur menjanjikan lapangan kerja. Namun apa yang ditawarkan NH-Aziz dianggap lebih realistis dan wajar. Itu dianggap bisa jadi jawaban bagi keresahan masyarakat.

"Karena sekarang terlalu banyak orang yang punya kualitas, tapi tidak bekerja. Orang tidaj bisa melakukan sesuatu karena tidak tersedia lapangan pekerjaan," ujar Syamsuddin.

Pada berbagai kesempatan, Nurdin Halid menegaskan bahwa salah satu komitmen priortasnya bersama Aziz Qahhar Mudzakkar adalah menekan jumlah pengangguran. Karena itu, praktis dibutuhkan penyediaan lapangan kerja meluas.

"Itu salah satu motivasi kami menjadi gubernur. Pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tinggi tidak membuat jumlah pengangguran menurun, tapi cenderung meningkat," kata Nurdin.

Nurdin mengakui pengangguran berasal dari dua golongan. Yakni usia produktif seperti sarjana muda, maupun pensiunan atau disebut purna bakti. Untuk kedua kelompok ini, bagi dia, solusinya adalah memanfaatkan ujung tombak perekonomian rakyat.

Nurdin punya cita-cita menggalakkan kembali tiga lembaga perekonomian di seluruh desa se-Sulsel, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Tani, dan Koperasi. Masing-masing lembaga itu, kata dia, optimalnya bisa menyerap sepuluh tenaga kerja baru.

"Dalam satu tahun, akan terserap 60 ribu tenaga kerja. Dan dalam lima tahun saya menjabat gubernur, jumlah lapangan kerja yang tercipta sebanyak 300 ribu," Nurdin mengatakan. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini