TNI latih 2.000 personel jadi guru untuk wilayah pelosok

Sabtu, 11 Oktober 2014 01:27 Reporter : Gede Nadi Jaya
TNI latih 2.000 personel jadi guru untuk wilayah pelosok 2.000 personel TNI dilatih jadi guru. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - TNI memiliki tugas utama sebagai penjaga kedaulatan NKRI. Namun selain tugas itu, TNI juga kini memiliki tugas lain yakni sebagai tenaga pendidik.

Sebanyak 2.000 personel TNI menjalani pelatihan selama 6 hari sebagai tenaga pendidik di Nusa Dua Bali, mulai Jumat (10/10). Pelatihan program guru K-13 dilakukan secara menyeluruh untuk anggota TNI AU, AD dan AL.

Aster Panglima TNI, Mayjen TNI N.G Sugiartha mengatakan, mereka yang di BKO semuanya berasal dari prajurit TNI di Makassar, Medan dan Kodam IX/ Udayana.

"Selama ini pendidikan di negara kita masih banyak yang tidak terjangkau untuk wilayah terpelosok yang sulit dijangkau oleh tenaga pengajar. Prajurit kamilah yang siap untuk menjangkau itu, karenanya kita berikan dulu pelatihan," Kata jenderal bintang dua asal Bali ini, di Hotel Goodway, Mumbul Nusa dua.

Persoalan ini, katanya, sudah dibahas lama oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lantaran sulitnya medan di pelosok desa yang tidak terjangkau.

"Ini juga demi NKRI, tidak harus berperang fisik. Tetapi kita juga berperang untuk pendidikan di negeri ini, demi generasi kita," ucapnya.

Sementara itu Mendikbud M Nuh mengingatkan tugas berat ini memang pantas diberikan untuk anggota TNI. "Guru mungkin tidak mampu untuk menembus medan yang sulit, tapi TNI bisa dan memang tugas mereka," terang Mendikbud.

Mereka yang ditugaskan dari 2.000 prajurit minimal pangkat sersan dua dan pendidikan SMA atau sederajat. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. TNI
  2. Pendidikan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini