TKN Soal Penangkapan Romahurmuziy: Bukti Hukum Pemerintahan Jokowi Tidak Tebang Pilih

Jumat, 15 Maret 2019 15:22 Reporter : Merdeka
TKN Soal Penangkapan Romahurmuziy: Bukti Hukum Pemerintahan Jokowi Tidak Tebang Pilih Ketua Umum PPP Romahurmuziy. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres dan Cawapres Jokowi-Ma'ruf, memastikan pemerintah takkan mengintervensi kasus hukum diduga menyeret ketum PPP Muchammad Romahurmuziy. Pria yang disapa Rommy tersebut dikabarkan ditangkap KPK di Sidoarjo, Jawa Timur.

"TKN sangat terkejut betapapun prihatinnya kami tetap mendukung agar kasus hukum ini dapat berjalan dan ditegakkan. Seperti kita ketahui ini merupakan jawaban bagaimana pemerintah tidak mengintervensi proses hukum apapun," kata Direktur Konten TKN Fiki Satari di Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (15/3).

Fiki mengatakan, kasus yang menyeret Rommy tak terkait dengan Pilpres. Menurut dia, TKN mendoakan Rommy dan keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi kasus ini.

"Ini adalah murni kasus pribadi tidak ada hubungan dengan Pilpres. Terakhir kami ingin mendorong tentunya proses ini dapat berjalan dengan baik dan transparan," kata Fiki.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy), Jumat (15/3). KPK dikabarkan menangkap Rommy di Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan kabar penangkapan Romahurmuziy atau yang akrab disapa Rommy. Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui menciduk Ketua Umum partai politik (Parpol) dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Ketua KPK, Agus Rahardjo, juga membenarkan penyidik melakukan OTT di Jawa Timur. Mereka yang ditangkap saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim.

"Betul ada giat KPK di Jatim, saat ini sidang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim," kata Agus saat dikonfirmasi awak media, Jumat (15/3).

Namun Agus belum mau mengungkap lebih jauh siapa saja yang ditangkap dan OTT terkait kasus apa. Dia mengatakan, KPK akan memberikan penjelasan selambat-lambatnya malam ini atau besok pagi.

"Statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan. Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi," kata Agus.

Reporter: Ratu Annisa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini