TKN Sebut Peluang Buwas Jadi Menteri Tergantung Kewenangan Jokowi

Kamis, 23 Mei 2019 10:29 Reporter : Eko Prasetya
TKN Sebut Peluang Buwas Jadi Menteri Tergantung Kewenangan Jokowi Budi Waseso. ©2015 Merdeka.com/Benny Silalahi

Merdeka.com - Direktur Bulog Budi Waseso dianggap sejumlah pihak cocok menjadi Menteri Pertanian. Kemungkinan itu muncul setelah santer kabar Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akan mereshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga mengatakan peluang Buwas menjadi menteri pertanian bisa saja. Namun, semua tergantung dari kewenangan Jokowi.

"Kalau beliau calon Menteri Pertanian itukan tetap kewenangan apa Jokowi kita belum tahu apakah nanti akan diganti atau tidak itu kan kewenangan Pak Jokowi. Pak Jokowi punya pertimbangan tertentu untuk memilih seorang dan kita serahkan pada beliau saja," kata Arya kepada wartawan, Kamis (23/5).

Arya melanjutkan, untuk periode kedua, Jokowi tidak mempunyai banyak beban dalam memilih menteri. Dia beralasan, Jokowi menginginkan orang yang tepat dan mempunyai kemampuan di bidangnya.

"Saya yakin menginginkan legacy yang terbaik bagi bangsa Indonesia pasti Presiden akan dikelilingi oleh orang-orang yang terbaik dari putra-putri Indonesia," katanya.

Jokowi, lanjutnya, juga akan mencari dari partai dan nonpartai maupun kalangan profesional. Sehingga, Jokowi bisa mengerti apa yang terbaik bagi Indonesia.

"Itu gambaran-gambaran dari project kabinet Pak Jokowi ke depan. Jadi lami yakin semua semua janji Pak Jokowi waktu kampanye akan akan terealisir dengan baik," paparnya.

Dihubungi terpisah, Pengamat pemerintahan Prof M Mas'ud Said, menilai antrean orang yang menginginkan posisi menteri di Kabinet Jokowi-Maruf 2019-2024 bakal semakin panjang. Ia mengatakan, pertimbangan profesional, pertimbangan kontribusi politik, dan pemanggilan orang orang yang memiliki reputasi sebagai eksekutor di bidangnya akan menjadi pertimbangan oleh presiden.

Pria yang juga Direktur Pascasarjana Unisma Malang ini menilai kecil kemungkinan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan menjadi menteri, meski sudah setingkat dirjen dan paham betul seluk beluk kementerian.

"Selama ini hanya sebagian kecil saja yang ada seperti itu, mungkin ada satu dua Kementerian selebihnya kemungkinan banyak menteri di periode Jokowi-JK akan dipakai kembali," ujarnya.

Biasanya, kata dia, menteri yang berasal dari internal seperti Kementerian Luar Negeri.

"Selama ini Dirjen itu hidup dalam bayang bayang menterinya baik secara media coverage maupun dalam politik. Karena semua akhirnya mempertimbangkan faktor kontribusi politik maka agak kecil kemungkinan Direktur atau Dirjen menjadi menteri, apalagi biasanya mereka selalu diminta netral dalam pemilihan umum, jelas Masud.

Sedangkan untuk Kementerian Pertanian, ia juga menilai hal itu sulit terjadi. "Apa ada Dirjen di Pertanian yang diangkat jadi Menteri Pertanian? Sejauh ini setau saya belum pernah. Pertanian itu sektor yang sangat strategis, pasti Presiden akan ambil dari masukan banyak pihak," jelasnya.

Ia menilai antrean orang yang mau masuk kabinet semakin panjang, karena beberapa hal. Antara lain faktor NU yang menunjukkan kemenangan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Tidak bisa dipungkiri faktor NU menentukan kemenangan Jokowi - Makruf Amin, juga Kiai Maruf Amin adalah tokoh tertinggi sehingga pengantre akan berjumlah besar, Dapat diduga NU akan dapat porsi besar apalagi terlihat Muhammadiyah tak begitu dekat pada pilpres kali ini dan seakan-akan netral," jelasnya.

Sementara itu, pimpinan Komisi IV mengenai peluang Buwas jadi calon Menteri Pertanian menjawab datar. Dia hanya menyerahkan kepada Jokowi.

"Kita serahkan ke presiden," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Fraksi PKB, Daniel Johan. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Reshuffle Kabinet
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini