Tipu Perusahaan Peminjam Uang Rp 1,5 M, Pria Ini Ditangkap Polisi

Senin, 4 November 2019 09:31 Reporter : Nur Habibie
Tipu Perusahaan Peminjam Uang Rp 1,5 M, Pria Ini Ditangkap Polisi Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi telah mengamankan satu orang atas kasus penipuan atas nama inisial DD (50). DD telah meminjam uang sebesar Rp 1,5 miliar tapi tak dikembalikan. Peminjaman uang itu ketika DD menjaminkan sebuah sertifikat atas nama enam orang ke perusahaan peminjaman uang.

Dir Krimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, kasus ini berawal saat DD meminjam uang ke PT Mas Finance dengan jaminan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dimiliki oleh enam orang termasuk DD pada September 2018.

"Tersangka DD dan Ferri mengajukan pinjaman sejumlah Rp 1,5 M kepada PT Finance untuk modal usaha dengan Jaminan SHM nomor 931 Cigombong Bogor, Jabar," kata Suyudi dalam keterangannya, Senin (4/11).

Saat itu, pihak perusahaan memeriksa keaslian dari SHM yang telah dijamin sebagai utang atas nama enam orang tersebut.

"Hasil pengecekan diputuskan bahwa terlapor DD memenuhi syarat untuk memperoleh pinjaman sejumlah Rp 1,5 miliar dengan masa pinjaman selama 3 bulan," ujarnya.

Suyudi menjelaskan, perjanjian utang telah disetujui di depan notaris yang dihadiri oleh lima orang yang mengaku sebagai pemilik SHM itu tanpa dihadiri oleh tersangka DD pada 1 Oktober 2018. Saat itu, Ferri mengaku sebagai salah satu dari lima orang pemilik SHM tersebut di depan notaris.

Lalu, uang sebesar Rp 1,5 miliar itu cair dengan cara ditransfer ke rekening tersangka DD dan rekening lain sesuai permintaan DD. Ternyata, tiga bulan setelahnya, tersangka tidak kunjung membayar utang itu.

"Setelah hutang jatuh tempo, terlapor Dedi tidak melakukan pelunasan pembayaran hutang kepada PT. Finance," jelasnya.

Kemudian, pihak perusahaan pun melakukan pengecekan ulang terhadap SHM itu. Lalu, diketahui ke-5 orang yang datang saat menyetujui peminjaman uang di depan notaris ternyata bukan pemilik SHM yang sebenarnya.

"Kemudian diketahui bahwa 5 orang pemegang hak SHM nomor 931 tidak hadir saat pembuatan akta perjanjian yang dibuat di hadapan notaris dan juga tidak pernah memberikan persetujuan untuk menjaminkan SHM itu," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihak perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 miliar. Karena rugi, pihak perusahaan pun langsung melaporkan ke Polda Metro Jaya.

Tim Subdit Jatanras dan Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian menangkap tersangka DD pada 31 Oktober 2019. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan mencari keterlibatan pelaku-pelaku lain dalam kasus ini.

Atas perbuatannya, DD dikenakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP. "Tersangka sementara 1 orang, pelaku lainnya masih lidik," pungkasnya. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Penipuan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini