Tips aman wanita naik angkot malam agar tak diperkosa

Senin, 22 Juni 2015 05:03 Reporter : Muchlisa Choiriah
Tips aman wanita naik angkot malam agar tak diperkosa Ilustrasi Pemerkosaan. istimewa ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi pemerkosaan di dalam angkutan umum belakangan ini kembali marak terjadi. Hal ini membuat kaum wanita merasa khawatir ketika dirinya diharuskan naik angkot atau kendaraan umum saat pulang malam karena lembur kerja.

Seperti yang terjadi terhadap NASP (35), karyawati di pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Saat hendak mau pulang malam, NASP jadi korban pemerkosaan oleh sopir angkot D 01 yang ditumpanginya.

Di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, DAS (21) tiba-tiba menepikan kendaraannya di Taman Ranco, dan memerkosa korban. Korban yang berada di bawah ancaman kunci roda akhirnya tak bisa berkutik.

Namun insiden pemerkosaan dalam angkot ini bisa dihindari dengan kewaspadaan yang ditingkatkan lagi. Para wanita diminta lebih hati-hati dalam memilih angkutan umum, sebelum menaikinya.

Pengamat Sosial Budaya Universitas Indonesia, Devie Rachmawati, memberikan beberapa tips agar wanita aman saat menggunakan angkutan umum di malam hari yaitu dengan inisiatif peduli kepada lingkungan sekitar.

Saat dihubungi merdeka.com, Minggu (22/6), Devie mengungkapkan yang mendorong seseorang melakukan tindak kriminal bukan lain yaitu karena adanya kesempatan yang secara tidak disadari dari diri calon korban. Hal itu bisa diatasi dengan berbagai cara, misalnya memanfaatkan media sosial.

"Oleh karena itu, kita perlu berbagi inisiatif publik, misalnya memanfaat situs nebengers.com dan sejenisnya, sehingga kita pulang bersama-sama. Jadi bisa mencegah diri kita dari hal-hal yang tidak diinginkan, dengan begitu pulang malam pun tetap aman," kata Devie saat dihubungi merdeka.com, Minggu (21/6).

Devie menjelaskan, dalam pulang malam, selain menggunakan nembengers.com atau sejenisnya, perhatikan pula pemilihan jam pulang kerja. Jika pulang di atas jam 22.00 WIB, perlu menjaga diri dengan mencari partner atau teman pulang bareng, tentunya mereka (partner) yang memang sudah sering bertemu kita atau memang sudah kenal.

"Kalau memang sudah rutin setiap harinya pulang atau bepergian di malam hari di atas jam segitu (22.00 WIB), kita kan pasti tahu siapa-siapa saja yang setiap harinya pulang jam segitu, dan seharusnya kita juga sudah tahu rute dan arah pulang mereka seperti apa. Nah dalam hal ini, kita harus peduli lingkungan sekitar. Itu yang penting," terang dia.

Devie menjelaskan, hal yang menarik dan memprihatinkan di masyarakat pengguna kendaraan umum saat ini ialah kurangnya kepedulian sekitar. Banyaknya pengguna kendaraan umum yang satu sama lain tidak bertegur sapa. Menurutnya hal inilah kerap menambah tingkat kriminalitas hingga adanya pemerkosaan terhadap penumpang oleh sopir angkot.

"Sebaiknya kita sebagai pengguna angkutan umum, apalagi yang tiap hari menggunakan angkutan umum haruslah bertegur sapa, harus bangun suasana akrab baik dengan sesama penumpang maupun dengan sopir atau kernek sekalian. Jangan hanya sibuk utak-atik ponsel saja, itu kan juga ganggu konsentrasi kita. Berbaur lah. Dengan begitukan mereka enggan membangun benteng kejahatan," tuturnya.

Selain itu, Devie memaparkan, bagi yang sering pulang malam, ada baiknya jika mengubah pola jalan menuju ke rumah, dengan kata lain tidak harus selalu melalui jalur yang sama setiap hari saat pulang. sehingga mereka yang berniat jahat tidak bisa baca pola jalur yang dilewati saat pulang.

"Jika jalan sepi dan tidak ada teman pulang, kita acak rute jalan pulang. Misal sebelum kendaraan umum yang kita tumpangi sepi, kita buru-buru turun dan kita cari kendaraan lain, demi keamanan misalnya cari taksi dan melakukan acak rute," jelasnya.

Devie menambahkan, intinya dalam menjaga diri saat pulang malam adalah harus membangun benteng komunikasi dengan sopir angkutan umum dan penumpang. Sehingga mereka cenderung menjadikan kita teman dan enggan melakukan perbuatan kriminal. Serta harus melek dengan keadaan sekitar, jika keadaan benar-benar tidak aman, gunakan taksi dan sejenisnya.

"Mahal tapi aman nggak apa-apa kan? Oh iya kalau tidak memakai perhiasaan yang berlebihan itu mah kan sudah paham ya? Itu sangat penting juga loh," tutupnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini