Tinjau Banjir dan Longsor Adonara-Lembata, Mensos Risma Salurkan Bantuan Rp2,5 M

Rabu, 7 April 2021 12:38 Reporter : Ananias Petrus
Tinjau Banjir dan Longsor Adonara-Lembata, Mensos Risma Salurkan Bantuan Rp2,5 M Mensos Risma kunjungi korban banjir di Adonara dan Lembata NTT. ©2021 Merdeka.com/ananias petrus

Merdeka.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini menyalurkan bantuan logistik sebesar Rp1,2 miliar bagi korban bencana di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. Risma langsung mengunjungi korban bencana alam di dua kabupaten, yang dilanda banjir bandang dan longsor, Selasa (7/4) kemarin.

Mensos terbang dari Jakarta ke Larantuka, lalu melanjutkan penyeberangan ke Pulau Adonara, kemudian menyeberang ke Kabupaten Lembata.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Mensos Risma juga menyalurkan santunan, bagi korban meninggal untuk 76 jiwa kepada ahli waris sebesar Rp1.140.000.000.

Risma memastikan kebutuhan mendasar masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Flores Timur, serta Kabupaten Lembata tercukupi.

Untuk memenuhi kebutuhan mendasar dan meringkan beban para penyintas, Kemensos telah menyalurkan bantuan sebesar Rp2.619.056.695. Menteri Risma hadir untuk memastikan penyintas bencana di dua wilayah ini mendapatkan kebutuhan dasarnya.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Syafii Nasution menyatakan, Kemensos turut aktif menangani bencana banjir bandang dan longsor di Flores Timur dan Lembata Nusa Tenggara Timur.

"Bersama unsur-unsur terkait, Kemensos melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengambil peran dalam penanganan bencana. Dalam penanganan bencana, Tagana bersinergi dengan unsur-unsur terkait. Termasuk tentu saja melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak bencana tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini," kata Syafii.

Di kawasan bencana, kata Syafii, Tagana bertugas melakukan pendataan korban, evakuasi korban ke tempat aman khususnya kepada kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya.

Tagana juga membantu melakukan pendistribusian logistik untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana banjir.

"Logistik bersumber dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur serta belanja langsung," Ungkapnya.

Tagana juga melakukan pendataan ahli waris korban meninggal dunia dan Luka-luka untuk pemberian santunan. Kemensos akan menyalurkan santunan ahli waris kepada 76 jiwa sebsar RR1.140.000.000, dan santunan korban luka berat 27 jiwa dengan nilai Rp 135.000.000.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur menyatakan, bencana alam yang terjadi di dua kabupaten ini telah menelan korban meninggal sebanyak 76 jiwa, luka berat 63 jiwa, luka ringan 27 jiwa. Sebanyak 829 KK atau 256 jiwa terdampak, sebanyak 93 unit rumah rusak dan 8 unit bangunan rusak. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini