Tingkatkan inovasi, UI gelar konferensi internasional secara maraton

Rabu, 27 Juli 2016 00:15 Reporter : Nur Fauziah
Tingkatkan inovasi, UI gelar konferensi internasional secara maraton Kampus UI Depok. ©2012 belladanhalabsurdgakpenting

Merdeka.com - Universitas Indonesia (UI) menggelar 24 konferensi internasional secara maraton. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas riset dan inovasi.

Wakil Rektor III UI Bidang Riset dan Inovasi, Rosari Saleh mengatakan, konferensi internasional menjadi wadah bagi para peneliti UI untuk menjalin komunikasi dengan para peneliti dari berbagai institusi pendidikan dan riset di Indonesia serta negara-negara lain.

Menurut dia, setiap fakultas di UI diberi kesempatan yang sama untuk mengadakan konferensi internasional sesuai dengan bidang riset yang menjadi unggulannya. UI menggelar konferensi internasional keduanya di Tanjung Benoa, Bali (26-27 Juli 2016) bertema International Symposium on Current Progress in Functional Materials (ISCPFM).

"Konferensi internasional adalah ajang komunikasi, berbagi pengalaman, pemutakhiran pandangan, dan pengetahuan tentang hasil-hasil riset terkini dari para pelaku riset sebidang dari seluruh dunia," ujar Rosari, Selasa (26/7).

Setidaknya ada 100 peneliti yang terlibat dalam simposium riset dasar untuk menjawab tantangan bangsa akan kebutuhan untuk aplikasi energi, lingkungan dan kesehatan. Terdapat enam profesor pembicara kunci dari The Kansas University, Amerika Serikat, Shanghai Jaio Tong University, China Kyoto University dan Keio University, Jepang dan The Aberdeen Univeristy, UK.

Tema besar yang diusung dalam konferensi internasional mengacu pada bidang riset unggulan dari suatu fakultas atau gabungan beberapa fakultas. "Tema juga dapat memperkenalkan hal baru atau riset baru yang menjadi trend di dunia," tandasnya.

Tema-tema yang diusung UI dalam konferensi international tahun ini untuk bidang biomedical engineering adalah drug development and delivery, tissue and stem cell engineering, medical treatment technology. Tema untuk bidang ICT adalah big data and information security serta advanced computer science and information system.

Bidang ilmu sosial dan humaniora mengangkat tema tentang human right, new imagination in language dan literatures and art. Gabungan antara Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora tahun ini secara khusus juga mendatangkan seorang pakarya dunia yakni Philip Zimbardo yang terkenal dengan penelitiannya "Stanford prison experiment".

Zombardo dari Universitas Stanford pada 1971 memasukan 24 mahasiswanya yang sehat dan tidak memiliki catatan kriminal ke dalam penjara untuk mempelajari perilaku orang-orang biasa yang ditempatkan dalam penjara buatan. Zimbardo memcoba mencari tahu apa yang terjadi apabila orang-orang normal ditempatkan dalam situasi yang memungkinkan mereka untuk berbuat kejam.

Saat ini, menurut Rosari, UI memiliki sekitar 2.000 dosen, di mana 500 diantaranya merupakan peneliti aktif yang memiliki reputasi diakui oleh dunia internasional.

"Namun itu bukan berarti bahwa tiga perempat peneliti UI tidak aktif sebagai peneliti. Mereka aktif juga tapi hasil-hasil risetnya belum diketahui peneliti lain yang sebidang di tingkat internasional karena hasil-hasilnya belum dipublikasikan dalam media yang diindeks oleh lembaga pengindeks internasional," paparnya.

Konferensi internasional itu diharapkan bisa lebih memacu banyak dosen dan peneliti UI untuk meningkatkan reputasi penelitian mereka secara internasional. [sho]

Topik berita Terkait:
  1. Penelitian Ilmiah
  2. Pendidikan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini