Tingkah lucu ibu-ibu ikuti kuis sepeda ala Presiden Jokowi

Kamis, 23 Februari 2017 14:05 Reporter : Rizky Andwika
Ibu-ibu ikut kuis sepeda dari Jokowi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan kuis bagi-bagi sepeda. Kali ini, kuis dibagikan saat Jokowi meluncurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Gedung Olahraga POPKI, Jl Jambore, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/2).

Jokowi memanggil secara acak delapan ibu-ibu penerima BPNT yang berasal dari Jabodetabek. Seorang ibu asal Depok, Sali, mendapatkan giliran pertama mengikuti kuis yang berhadiahkan sepeda tersebut.

Awalnya, Jokowi bertanya apa kegunaan dari BPNT yang dimaksudkan oleh pemerintah diciptakan untuk membantu ibu-ibu memberikan konsumsi bergizi bagi anak-anaknya. Mendengar pertanyaan Jokowi, Sali menjawabnya dengan benar. Namun, setelah menjawab, Sali bercerita dirinya seakan mimpi dapat bertemu dengan Kepala Negara.

"Gemeteran saya. Kayak mimpi Pak, saya tadi malam salat tahajud minta ketemu bapak," kata Sali sembari menahan tangis.

Mendengar hal itu, Jokowi heran ada seorang warganya yang salat tahajud tetapi hanya untuk meminta ingin bertemu dengannya.

"Masa salat tahajud (doanya minta) ketemu Presiden," kata Jokowi yang disambut tawa.

Setelah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini langsung memberikan pertanyaan ke Sali dengan meminta menyebutkan tiga saja nama-nama Provinsi yang ada di Tanah Air.

"Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur," jawab Sali.

"Yaudah ambil sepedanya," kata Jokowi setelah mendengar jawaban dari Sali.

Setelah Sali, giliran Ibu Nurianah yang mengikuti kuis dari Presiden. Namun, tiba-tiba Ibu Nurianah nyeletuk berharap hanya diberikan pertanyaan yang mudah dari Jokowi. Nur, sapaan ibu tersebut, meminta ditanyakan hanya nama-nama buah.

"Jangan sulit-sulit Pak. Nama buah aja Pak," minta Ibu Nur.

"Kok ngatur-ngatur Presiden? Ya suka-suka yang nanya dong," canda Jokowi.

Jokowi lalu memberikan pertanyaan dengan meminta disebutkan lima nama kuliner khas Indonesia. Ibu Nur tampak mudah menjawabnya.

"Gado-gado, soto, gudeg, sayur asam. Sayur sop, boleh kan, rendang. Udah katanya 5 pak?" katanya.

"Aduuh Bu Nur ini, yaudah ambil sepedanya," timpal Jokowi.

Selanjutnya, giliran seorang ibu bernama Nurjanah. Jokowi lagi-lagi bercanda, ia meminta Nurjanah menyebutkan 1.000 nama pulau dari 17.000 pulau yang ada di Indonesia.

"Negara kita ini punya 17 ribu pulau. Sebutkan 1000. Enggak bisa? Yaudah 5 saja. Kalau enggak bisa juga, yaudah 3 saja," kata Jokowi.

"Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan," jawab Nurjanah yang setelah itu mendapatkan sepeda dari Presiden karena jawabannya benar.

Tiba giliran ibu bernama Rita. Jokowi meminta Rita menghafal Pancasila. Rita langsung menjawab dengan lugas dan lima sila bisa disebutkan dengan benar. Namun, setelah itu, Rita justru menyampaikan unek-uneknya ke Presiden. Ia menyampaikan bahwa rumahnya saat ini terkena longsor.

"Pak, saya punya unek-unek. Rumah saya longsor Pak, tergerus air Cisadane, baru malam Minggu kemarin Pak. Katanya disuruh pindah ke rusun, tapi anak saya sekolah jadi jauh. Suami saya juga kerja di Bogor. Saya mohon bantuannya Pak. Kalau malam dingin, anak saya masih kecil lima tahun punya sakit asma," kata Nurjanah sembari menahan tangis.

Mendengar curahan hati dari Rita, Jokowi meminta Rita untuk terlebih dahulu mengambil sepeda yang berada di samping kanan panggung. Setelah itu, Jokowi meminta ajudannya untuk mencatat alamat rumah Rita yang terkena longsor tersebut.

"Ya, sepedanya diambil dulu, alamatnya dicatat dulu. Nanti (rumahnya) dilihat, dicek hari ini," jawab Jokowi.

Usai Rita, giliran Ibu Sumiati. Wanita asal Depok itu jadi latah dan langsung menyampaikan unek-unek setelah mendengar Rita sebelumnya. Sumiati meminta Presiden menengok rumahnya yang tak layak huni.

"Ada rumah saya kena banjir. Biar bapak tinjau. Saya tidur kebocoran Pak. Rumah saya udah rombeng," katanya.

"Terus?" tanya Jokowi.

"Ya tolong dibenerin Pak," kata Sumiati.

"Yaudah nanti dicatat alamatnya. Pertanyaan (kuis) dulu," jawab Jokowi.

"Jangan susah-susah Pak. Susah mikir. Dari subuh di sini, laper. Tapi tadi udah dikasih snack," kata Sumiati.

"Lho? Kan sudah makan toh?" tanya Jokowi lagi.

"Ya kan belum makan nasi Pak," jawab Sumiati yang lagi-lagi disambut tawa hadirin.

Jokowi lalu memberikan pertanyaan ke Sumiati dengan meminta disebutkan tiga saja nama burung.

"Burung beo, burung perkutut, burung cikukur," jawab Sumiati.

"Hah? Burung Cikukur? Ada ya burung cikukur itu? tanya Jokowi ke seisi gedung.

"Ada pak," jawab seisi gedung kompak.

Mendengar hal itu, Jokowi langsung meminta Ibu Sumiati mengambil sepeda karena jawaban dari pertanyaan yang ia berikan benar.

Tiba giliran terakhir, yakni Ibu Lena asal Bekasi Timur. Sebelum memberikan pertanyaan, Jokowi terlebih dahulu bercerita bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat beragam dengan banyak suku-suku yang terdapat di Tanah Air.

"Perlu saya sampaikan kita negara ini beragam suku, beragam agama, beragam bahasa ada 1100 bahasa daerah, ada 710 lebih suku di Indonesia. Sekarang urusan suku. Sebutkan 3 saja," kata Jokowi ke Lena.

"Suku Batak, Sunda, Jawa," jawab Lena.

Lena langsung diminta mengambil sepeda karena jawabannya benar. Lalu, Jokowi bercerita panjang lebar tentang kondisi Indonesia yang memiliki keragaman suku, agama dan ras namun dapat mampu hidup rukun dalam satu negara.

"Indonesia ini lebih 700 suku, tapi kita Alhamdulillah bisa hidup rukun, damai, saling beriringan dengan tetangga yang beda suku, saling toleransi. Inilah negara kita Indonesia yang memiliki Pancasila. Negara lain paling satu negara satu suku. Kita lebih 700 suku," kata Jokowi.

[lia]

Topik berita Terkait:
  1. Presiden Jokowi
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.