Tindakan Kemenkes atas Kasus Rapid Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

Kamis, 29 April 2021 09:11 Reporter : Supriatin
Tindakan Kemenkes atas Kasus Rapid Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Polda Sumut Ringkus Petugas Kimia Farma Daur Ulang Alat Rapid Antigen. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan menanggapi temuan penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kementerian Kesehatan menegaskan, pemerintah telah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan surveilens Covid-19 selama ini.

"Pengawasan yang dilakukan adalah sifatnya menjaga kualitas dari pemeriksaan maupun post marketing surveilans," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Kamis (29/4).

Nadia mengakui cukup sulit mendeteksi kebenaran hasil pemeriksaan menggunakan alat rapid test antigen bekas. Terlebih pemeriksaan spesimen di laboratorium dipantau dari sisi mutu internal dan eksternal.

"Kita tahu dalam pemeriksaan laboratorium itu ada pemantauan mutu internal dan pemantauan mutu eksternal. Di mana di sini dilihat performa dari masing masing individu," ujarnya.

Belajar dari temuan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas, Nadia memastikan pemerintah akan melakukan pengawasan lebih ketat. Pengawasan akan dilakukan berjenjang mulai dari dinas kesehatan atau pemerintah daerah yang memberikan izin operasional bagi laboratorium.

"Tentunya penanganan keluhan masyarakat menjadi salah satu bentuk tindak lanjut dalam rangka pengawasan dan ini dilakukan secara berjenjang," tandasnya.

Sebagai informasi, polisi menggerebek lokasi layanan tes antigen di Bandara Kualanamu, Sumut, milik Kimia Farma. Penggerebekan dilakukan pada Selasa (27/4) sore oleh Dirkrimsus Polda Sumut setelah mendapat keluhan dari para calon penumpang yang mendapati hasil rapid antigen selalu positif Covid-19 dalam kurun lebih kurang sepekan.

Polisi kemudian melakukan penyamaran dengan mendaftar sebagai calon penumpang yang mengikuti rapid test antigen. Masuk ke ruang pemeriksaan, polisi menjalani prosedur sebagaimana mestinya, yaitu alat tes rapid antigen dimasukkan ke lubang hidungnya.

Menunggu 10 menit, anggota Polda Sumut itu mendapati hasil tesnya positif. Sempat ada perdebatan, polisi lalu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya, didapati alat rapid test antigen yang telah dipakai digunakan lagi alias didaur ulang.

Alat yang dimasukkan ke hidung itu diduga dibersihkan lagi setelah dipakaikan ke penumpang lain. Polisi pun mengamankan petugas laboratorium serta beberapa barang bukti.

Sementara itu, dalam siaran persnya, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadhilah Bulqini, mendukung investigasi yang dilakukan kepolisian.

"Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan Rapid Test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. Kemenkes
  4. Rapid Test
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini