Tim Gegana Ledakkan Bom Pipa dari Toko Handphone di Bekasi

Kamis, 9 Mei 2019 13:52 Reporter : Adi Nugroho
Tim Gegana Ledakkan Bom Pipa dari Toko Handphone di Bekasi Gegana Ledakan Bom Pipa di Bekasi. ©2019 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - Tim penjinak bom dari Polda Metro Jaya meledakkan bom pipa yang ditemukan di toko handphone 'Wanky Cell' di Jalan KH. Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (/9/5). Peledakan dilakukan di area lahan kosong yang luas di Pulo Timah H, Babelan.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, petugas membawa peralatan lengkap membawa bom pipa ke tengah area kebun kosong. Menggunakan peredam, bom diledakkan sekitar pukul 12.05 WIB. Suara ledakan keras menggema terdengar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, bom terpaksa didiposal atau diledakkan karena dianggap membahayakan. Meski sudah dipakai peredam, dan peralatan penjinak, ledakan kata dia, masih terdengar keras.

"Jadi benar ya di dalam pipa yang kita amankan, kita temukan mengandung TATP (Triaseton triperoksida)," kata Argo di lokasi peledakan, Kamis (9/5).

Bom pipa yang diledakkan ini merupakan yang terakhir dari penemuan di gerai milik ES alias Rafli. Sebelumnya, pada Rabu malam, tim penjinak bom juga meledakkan satu bom pipa di wilayah yang jauh dari permukiman warga.

"Jenisnya apa low atau high itu ahli yang bisa menyampaikan, yang jelas mengandung TATP di mana disentuh saja sudah meledakkan," ujar dia.

Sebelumnya, Tim Inafis Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara di toko handphone Wanky Cell di Jalan Muhtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Di toko itu ditemukan dua bom pipa dan sejumlah benda diduga sebagai bahan peledak.

"Dari tim penjinak bom menemukan ada beberapa yang ada kaitannya dengan bom, yakni kabel dan sudah dibawa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di lokasi, Kamis (9/5).

Selain itu, menurutnya, ada sejumlah benda yang diduga sebagai material membuat bom seperti sendok, saringan dan buku panduan membuat bom.

"Yang ketiga dari inafis dan iden ada beberapa yang dibawa, pertama sidik jari. Ada buku-buku yang dua untuk belajar membuat bahan peledak, dan tentang internet di sana," kata dia.

Polisi juga menyita sejumlah benda yang tidak ada kaitannya dengan bisnis penjualan aksesoris handphone.

"Ada lakban banyak, ada 4 sampai 5 dus di dalam, yang digunakan untuk menyatukan alat," ujar Argo. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini