Tim Bareskrim: Mengopi Rekaman CCTV Kasus Brigadir J Demi Penyidikan

Kamis, 24 November 2022 18:45 Reporter : Bachtiarudin Alam
Tim Bareskrim: Mengopi Rekaman CCTV Kasus Brigadir J Demi Penyidikan Jaksa tunjukkan berbagai senjata di hadapan Ferdy Sambo. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Anggota tim Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Aditya Cahya menilai, apa yang dilakukannya dalam mengopi atau duplikasi video rekaman CCTV dari DVR komplek perumahan Polri adalah dalam rangka penyidikan pro justitia atau demi hukum. Berbeda dengan yang dilakukan oleh terdakwa Baiquni Wibono berniat menghilangkan barang bukti atau obstruction of justice.

Keterangan itu disampaikan Aditya saat dihadirkan sebagai saksi perkara dugaan obstruction of justice pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J atas terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Aditya menjelaskan, dirinya menonton video tersebut dari hasil duplikasi laboratorium siber Bareskrim Polri. Dalam rangka pengusutan kasus dugaan pembunuhan berencana dari laporan Kamaruddin Simanjuntak, 340 KUHP.

"Artinya itu sebelum dimasukkan ke dalam (laboratorium)?” tanya Penasihat Hukum Baiquni saat sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis (24/11).

“Setelah dilakukan pemeriksaan. Jadi, setelah dilakukan penyitaan, lalu melakukan pemeriksaan hasilnya diajukan ke penyidik," kata Aditya.

"Pada saat pemeriksaan di Lab?" cecar penasihat hukum.

"Iya setelah hasil pemeriksaan di Lab," ujar Aditya.

"Setelah diperiksa di lab bukannya seluruh barang bukti itu harus disegel dan tidak boleh diapa-apain lagi?" tanya kembali Penasihat Hukum.

"Itu makanya yang kami bilang, bahwa itu (ditonton), adalah hasil duplikat," ujar Aditya.

2 dari 4 halaman

Lantas ketika mendengar jawaban tersebut, Penasihat Hukum langsung menyamakan tindakan Baiquni yang mengcopy file rekaman CCTV dari laptopnya ke hardisk eksternal dengan copy file video duplikat yang dilakukan penyidik forensik.

"Hasil duplikat artinya ada pengkopian juga dalam hardisk itu?" tanya penasihat hukum.

"Siap, itu kan dilakukan memang secara digital forensik," kata Aditya.

"Lalu, kalau begitu apa bedanya dengan yang dilakukan Baiquni (copy file)?" tanya kembali penasihat hukum.

"Ini kan pro justitia (copy file penyidik demi hukum), ada di dalam (atas perintah penyidikan)," jelas Aditya.

Kemudian, Aditya menjelaskan, jika dasar tindakan yang dilakukannya sehingga menjadi pelapor atas kasus dugaan obstruction of justice, sebagaimana merujuk dalam laporan perkara dugaan pembunuhan berencana. "Jadi sebelum ada laporan bapak Kamaruddin belum ada penyidikan 340 selain di Propam?" tanya Penasihat Hukum.

"Kami belum turun (lakukan penyidikan)," sebutnya.

3 dari 4 halaman

Tindakan Baiquni Dalam Dakwaan

Sebelumnya, terkait dengan copy file Terdakwa Baiquni sempat tertuang dalam dakwaan. Dimana itu dilakukan atas perintah untuk datang ke TKP mengcopy dan melihat isi DVR CCTV yang telah didapatkan sebelumnya oleh Irfan Widyanto dari beberapa titik komplek perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Beg, tolong copy dan lihat isinya," kata Chuck Putranto kepada Baiquni sebagaimana dalam dakwaan.

"Nggak apa-apa nih?" tanya Baiquni.

"Kemarin saya sudah dimarahi, saya takut dimarahi lagi," jawab Chuck Putranto.

Selanjutnya, Chuck Putranto, menyerahkan kunci mobilnya kepada Baiquni Wibowo, untuk mengambil DVR CCTV yang disimpan di mobil Toyota Innova No Pol B 1617 QH milik Chuck Putranto.

Lalu, dibawa Baiquni Wibowo ke kantor Spri Kadivpropam lantai 1 gedung utama Mabes Polri untuk proses copy file memakai satu laptop.

"Setelah menyala pada saat itu muncul notifikasi untuk memasukkan. Password/ sandi namun pada saat itu Baiquni Wibowo, tidak memasukkan password/sandi tetapi hanya menekan 'ok' dan langsung tersambung," katanya.

4 dari 4 halaman

Singkat cerita, Sambo yang mendengar laporan Arif, memintanya untuk menghapus dan memusnahkan isi rekaman. Tak hanya itu, Sambo juga meminta agar Hendra benar-benar memastikan bahwa isi rekaman dan sudah bersih. Lantas kepada Baiquni untuk menghapus isi rekaman itu.

"Yakin bang?" tanya Baiquni.

"Perintah Kadiv, saksinya Karo Paminal," kata Arif.

Mendengar hal itu, Baiquni meminta waktu untuk membackup file pribadi sebelum memformat laptopnya sebelum dihancurkan guna menutupi jejak kejahatan obstruction of justice.

Dimana dalam perkara obstruction of justice Terdakwa Hendra Kurniawan, Arif Rahman dan Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Irfan Widyanto, dan Baiquni Wibowo telah didakwa dengan pasal pelanggaran UU ITE.

Diketahui, jika peran mereka adalah untuk membantu Ferdy Sambo dalam upaya menyembunyikan fakta sesungguhnya atas insiden pembunuhan berencana Brigadir J yang dibuat dengan skenario palsu baku tembak.

Sementara dalam perkara perintangan penyidikan kali ini, khusus Ferdy Sambo telah dilangsungkan pada sidang Senin (17/10) lalu. Dimana dalam perkara itu, Sambo didakwa dengan dakwaan kumulatif yang menggabungkan antara perkara pembunuhan berencana dan obstruction of justice.

Atas hal tersebut, mereka dalam perkara obstruction of justice telah didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP. [rnd]

Baca juga:
Bantah Tak Dikenal, Irfan Widyanto Mengaku Sudah Beri Identitas Saat Ambil DVR CCTV
Beda Keterangan ART Ferdy Sambo dan Ketua RT Soal Pembelian CCTV Kompleks Polri
DPR akan Tanya Kapolri soal Ferdy Sambo Ungkap Dugaan Tambang Ilegal di Kaltim
Saksi Akui Sebelum Pembunuhan Brigadir J Ada CCTV Diganti Akibat Tersambar Petir
Usai Brigadir J Tewas, Sambo Perintahkan ART Panggil Kasat Reskrim Polres Jaksel
Ketua RT Jelaskan Kronologi DVR CCTV Diambil Anak Buah Sambo Usai Brigadir J Ditembak
Mangkir dari Sidang, Dua Mantan Anak Buah Ferdy Sambo Bakal Dipanggil Paksa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini