Tiga terduga teroris di Bima anggota JAD dan berbaiat dengan ISIS

Senin, 19 Juni 2017 15:38 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiga terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (17/6), merupakan anggota Jemaah Ansharut Daullah (JAD) di Bima.

"Kurniawan mengaku benar bahwa mereka ini bagian dari kelompok Jemaah Ansharut Daullah (JAD) di Bima, yang berbaiat kepada kelompok jaringan ISIS," kata Wakapolda NTB Kombes Pol Imam Margono dalam jumpa pers di Mapolda NTB, Mataram, Senin (19/6).

Diberitakan Antara, Kurniawan adalah salah satu dari tiga terduga teroris yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror bersama sejumlah personel Brimob Detasemen A Bima dan Polres Kabupaten Bima, di wilayah Paruga Na'e, Bima Kota, Sabtu (17/6) sore.

Dari hasil penangkapannya, aparat mengamankan sebuah sebuah bom rakitan aktif yang rencananya akan diledakkan Kurniawan di jalan lintas Dore Talabiu, Kabupaten Bima, Sabtu (17/6) malam. Selain mengamankan sebuah bom rakitan aktif, aparat kemudian melakukan penggeledahan di kediamannya Kurniawan di Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Dari kediamannya, aparat menemukan berbagai macam kelengkapan alat yang diduga kuat digunakan Kurniawan untuk merakit bom maupun bahan-bahannya. "Jadi Kurniawan Bin Hamzah ini berperan sebagai pelaku utama yang merakit bom dan melakukan survei terhadap anggota polisi," ujarnya.

Selain Kurniawan, identitas dua rekannya yang ikut diamankan adalah Nasrul Hidayat (21) dan Rasyid Ardiansyah (35). Nasrul Hidayat alias Dayat, yang juga berasal dari Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, saat ini diketahui masih berstatus mahasiswa. Dalam dugaannya, Dayat berperan sebagai kurir.

"Kurir maksudnya dia yang membeli kebutuhan seperti membeli bahan-bahan kimia cair," ujar mantan Wakapolda Papua itu.

Kemudian untuk Rasyid Ardiansyah alias Yoga, asal Kelurahan Penato'i, Kecamatan Mpunda, Bima Kota. Yoga dalam pemeriksaannya diketahui pernah terlibat dalam jaringan teroris di Ciputat pada tahun 2012.

"Perannya saat itu sebagai pelaksana FA'I (pengumpulan dana untuk aksi terorisme)," ucap Imam. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Terorisme
  2. Densus 88
  3. Bima
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.