Tiga penculik pendamping desa di Aceh ditangkap, satu pucuk AK-47 disita

Kamis, 14 September 2017 11:59 Reporter : Afif
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Anggota Reskrimum Polres Bireuen menangkap tiga penculik pendamping desa di Aceh. Pelaku pertama berinisial DD alias Komeng (39) ditangkap setelah polisi mengepung rumahnya, Minggu (10/9) malam lalu.

Setelah diperiksa, Komeng kemudian memberitahukan identitas pelaku lainnya. Kemudian polisi menangkap 2 dari 5 pelaku lainnya.

Dua rekan Komeng berinisial R alias Tentra Sikureung (37) dan M akuas Si Tar (27). Keduanya warga Bireuen ditangkap Rabu (13/9) sekira pukul 05.00 WIB di Kota Langsa dalam pelariannya.

"Atas laporan korban Harmaili (32), polisi sudah menangkap tiga pelaku penculikan," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan, di Banda Aceh, Kamis (14/9).

Adapun alat bukti yang berhasil disita dari ketiga pelaku itu senjata api (senpi) larang panjang AK 47 milik pelaku inisial R. Pengakuan R, senpi tersebut disimpan di belakang rumah miliknya.

"Tim gabungan ke TKP tempat penyimpanan senpi dan berhasil ditemukan setelah digali," ujar dia.

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti lainnya berupa 55 butir amunisi kaliber 7,62. Satu magazine AK 47 dan satu unit mobil Nissan X-Trail yang digunakan pelaku menculik korban.

Sebelumnya diberitakan, seorang pendamping desa diculik oleh lima pria bersenjata, Jumat (8/9) sekira pukul 16.15 WIB. Motif penculikan ini disimpulkan sementara oleh pihak kepolisian karena persoalan utang piutang. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Penculikan
  2. Banda Aceh
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.