Tiga napi jadi bandar narkoba di penjara

Rabu, 16 Januari 2013 23:00 Reporter : Moch. Andriansyah
Tiga napi jadi bandar narkoba di penjara Penjara. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Hanya dalam sepekan di bulan Januari, 16 tersangka narkoba, termasuk tiga bandar narkoba yang menjadi target operasi (TO) polisi berhasil diamankan Satreskoba Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Dan peredaran narkoba di Kota Pahlawan ini, semuanya dikendalikan dari balik jeruji besi.

Menurut Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol Leonard Sinambela, kasus narkoba dengan 16 tersangka yang berhasil diringkus pihaknya selama sepekan terakhir ini, semua dikendalikan oleh beberapa orang dibalik Lapas, di antaranya Lapas Porong, Cipinang, Jakarta, Medaeng, dan beberapa Lapas lain.

"Dari 16 tersangka yang menjadi perantara pengedar yang ada di balik jeruji besi, dan berhasil kami amankan juga adalah tersangka Steve, Wenci dan PR," katanya di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (16/1).

Hasil penangkapan ini, lanjut dia, merupakan hasil dari pengembangan kasus narkoba yang pernah ditangani Polrestabes Surabaya sebelumnya. Saat itu, polisi berhasil mengamankan tersangka Eko dengan barang bukti sabu sebanyak 85 gram.

"Ini merupakan kasus pengembangan dari kasus narkoba dari tersangka Eko yang telah ditangkap terlebih dahulu," ungkap Leonard.

Leonard juga menjelaskan, penangkapan tersangka Steve dilakukan di Mc Donald yang berada di daerah Graha PTC Surabaya. Sementara tersangka Wenci ditangkap di Apartemen Water Palace, Surabaya.

"Untuk tersangka PR, kasusnya masih akan kami kembang lagi. Dia kami tangkap di salah satu bank di kawasan Mulyosari, Surabaya."

Perwira dengan satu melati di pundak ini juga menambahkan, ketiga tersangka ini kerap menyembunyikan barang-barang haramnya di apartemen mewah yang mereka tinggali.

"Apartemen merupakan tempat aman untuk mengendalikan peredaran sabu. Penemuan barang milik Steve misalnya. Kami temukan di dalam mobil yang terparkit di apartemennya," katanya.

Selain tiga tersangka ini, pengedar narkoba lain yang juga diamankan di antaranya, Yudhi (36) dengan barang bukti 0,58 gram sabu, Supiah (24) dengan 0,9 gram sabu dikemas dalam lima bungkus plastik, Gelardi (34) dengan satu paket ganja seberat 2,87 gram, Eny (32) dengan dua plastik berisi 2,59 gram sabu dan 0,20 gram serta seperangkat alat hisap.

Selanjutnya Hanafi (45) dengan sabu seberat 0,32 gram, Basuki (36) dengan 25 gram sabu, Yusak dengan 10 butir ekstaci, Eko dengan 2,05 gram sabu, Novaricha (27) dengan 0,67 gram sabu, Ajis dengan 0,4 gram sabu, Erwin (32) dengan 0,4 gram sabu, Lusiati (27) dengan 0,21 gram sabu, dan Yusuf dengan 1,68 gram sabu.

Total barbuk yang diamankan petugas adalah 57,53 gram sabu, 3,36 gram ganja, ekstaci sebanyak 466 butir, happy live 118 plus 0,5 buitr, dan Okerbaya (obat keras berbahaya) satu butir. Selain berbagai jenis narkoba, polisi juga menyita dua unit mobil, 13 unit handphone serta 1 buah buku tabungan milik para tersangka yang akan dijadikan sebagai barbuk.

"Dari semua tersangka yang kami amankan ini, empat di antaranya berjenis kelami perempuan. Mereka (para tersangka kecuali tiga pengedar) sebagian hanya pengguna, sebagian menjadi kurir sabu dan ganja," ungkapnya.

Meski bukan dalam satu komplotan, beberapa tersangka ini, ada yang berada dalam satu lubang (satu pengedar). "Rata-rata, sabu ini didapat dengan harga Rp 1,7 juta per gramnya. Untuk ekstaci dihargai Rp 300 per butir," pungkasnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini