Tiga kecamatan di Bekasi krisis air bersih akibat kemarau panjang

Rabu, 8 Agustus 2018 09:32 Reporter : Adi Nugroho
Tiga kecamatan di Bekasi krisis air bersih akibat kemarau panjang Ilustrasi kekeringan. ©2012 Shutterstock/Leigh Prather

Merdeka.com - Tiga kecamatan meliputi tiga desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami kekeringan. Warga yang terdampak mengalami kesulitan air bersih karena sumur mereka kering.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Bekasi, Rasyid mengatakan, tiga wilayah yang telah mengalami kekeringan sejak beberapa pekan terakhir yakni Serang Baru, Cibarusah, dan Bojongmangu.

"Ada tujuh desa yang terdampak di tiga kecamatan di antaranya Sirnajati, Ridogalih, Cibarusah Kota, Nagacipta, Sukasari, dan Karang Indah," kata Rasyid di Bekasi, Rabu (8/8).

Dia mengatakan, selama kekeringan berlangsung instansinya menyalurkan hingga 160 ribu liter air bersih. Air disalurkan menggunakan mobil tangki milik BPBD untuk keperluan sehari-hari warga seperti memasak, mencuci dan kebutuhan lainnya.

"Kami terus mendistribusikan sampai kondisi kekeringan berakhir," kata dia.

Sementara itu, Camat Cibarusah Enop Can mengatakan, kekeringan nyaris terjadi setiap tahun pada saat terjadi kemarau panjang. Ini ditandai dengan mengeringnya sungai alam Cipamingkis yang melintasi wilayahnya.

"Kekeringan merupakan persoalan klasik, hampir terjadi setiap tahun ketika memasuki puncak musim kemarau," ujar Enop.

Dia menambahkan, telah berkoordinasi dengan BPBD agar disuplai air bersih untuk warganya. Sebab, yang ada di sana tak bisa dikonsumsi akibat kemarau panjang ini. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini