Tiga kebohongan elite PKS

Senin, 25 November 2013 07:03 Reporter : Fikri Faqih
Tiga kebohongan elite PKS
1. Anis Matta bohong soal Fathanah

Merdeka.com - Sama dengan elite PKS yang lain, saat KPK menangkap Ahmad Fathanah bersama seorang perempuan di Hotel Meridien, Jakarta, Anis Matta membantah kenal dengan pria asal Makassar itu. Namun, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor beberapa bulan kemudian, Anis terpaksa harus mengakui mengenal Fathanah.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/9), Anis mengatakan mengenal Fathanah pada 2012, sebagai kawan dekat Luthfi Hasan Ishaaq. Namun, Anis saat itu tidak mengetahui pekerjaan Fathanah.

Anis juga tidak tahu Fathanah merupakan kader atau simpatisan parpol. "Tidak," ujar Anis singkat. "Kita cuma tahu dia berteman dengan Presiden PKS (Luthfi) saat itu," sambungnya.

Seiring dengan mendalamnya pemeriksaan hakim, pengakuan Anis tidak hanya sampai di situ. Anis bahkan akhirnya mengakui Fathanah adalah calo politik PKS, meski awalnya dia mencoba untuk tidak jujur.

Hal ini membuat majelis hakim tiba-tiba menegur Presiden PKS Anis Matta agar berbicara jujur.

"Di ruangan ini kita bicara jujur. Jujur keharusan orang bermartabat, itu syariat juga," ujar Hakim Nawawi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/9).

Hakim Nawawi menilai keterangan Anis tidak tegas soal urusan pembiayaan yang dibayarkan oleh Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Pembayaran itu terkait pencalonan Ilham dalam Pilgub Sulsel yang diurus oleh Fathanah.

"Tadi penuntut umum menyampaikan saksi Wali Kota Makassar memberi tahu pertemuan di Makassar dan segala sesuatunya diurus Fathanah. Anda beri jawaban yang yang jujur, apa perantara ini termasuk dari segi pembiayaan untuk mendapat dukungan dari PKS? Istilah perantara yang digunakan meliputi pembiayaan?" ujar Hakim Nawawi.

"Iya termasuk (pembiayaan)," singkat Anis.

Sebelumnya, Anis mengakui Fathanah merupakan perantara antara Ilham dengan PKS untuk Pilgub Sulsel 2012. Meski mengaku demikian, Anis tidak menjelaskan urusan pembiayaan Ilham yang dipatok hingga 10 miliar. Berdasarkan pengakuan Ilham, dia hanya sanggup Rp 8 miliar.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini