Tidak Lagi Miskin, Ratusan Ribu Warga Jateng Tolak Bantuan PKH

Selasa, 19 November 2019 12:22 Reporter : Ya'cob Billiocta
Tidak Lagi Miskin, Ratusan Ribu Warga Jateng Tolak Bantuan PKH Ilustrasi

Merdeka.com - 256.224 warga Provinsi Jawa Tengah tercatat telah mundur dengan kesadaran sendiri sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Artinya, mereka yang sudah dalam kondisi ekonomi yang bagus, tidak lagi mendapatkan bantuan.

"Mereka menyatakan sudah mampu dan tidak mau menerima bantuan dari pemerintah lagi. Yang membuat bangga adalah kesadaran masyarakat yang menyatakan mundur dari program bantuan itu," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri acara PKH Jateng Fest 2019 di GOR Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (19/11). Dikutip dari Antara.

Ganjar mengapresiasi dan memberikan penghormatan kepada masyarakat yang menyatakan mundur sebagai penerima manfaat PKH.

"Mereka menyatakan bahwa ya, hari ini saya sudah mampu. Maaf saya tidak miskin lagi, sudah mandiri dan bantuan ini lebih baik untuk mereka yang membutuhkan. Ini sikap yang benar-benar saya banggakan dari warga," ujarnya.

Menurut dia, PKH yang diluncurkan pemerintah karena telah membantu pengentasan kemiskinan di Provinsi Jateng.

Kendati sudah mundur sebagai penerima manfaat PKH, namun Ganjar memastikan tetap akan melakukan pendampingan, pelatihan bahkan akses modal untuk semakin berdikari terhadap yang bersangkutan.

"Mayoritas mereka yang mundur sudah memiliki usaha, maka sekarang Dinas UKM bisa masuk, Dinas Koperasi atau Perdagangan untuk mendampingi mereka, tetap akan kami kawal, apakah pemberian pelatihan, akses modal hingga pemasaran, agar bisnis mereka semakin maju lagi," ujarnya.

Koordinator Wilayah PKH Jateng Arif Rohman Muis menambahkan sejak 2015 sudah ada 256.224 penerima PKH Jateng yang mundur dari penerima PKH karena sudah tidak memiliki komponen sebagai syarat penerima PKH serta menyatakan sudah mampu.

"Pada 2019 ini ada sebanyak 17.060 penerima PKH di Jateng yang 'diwisuda'. Jumlah itu akan terus meningkat karena setiap hari selalu ada data baru," katanya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kemiskinan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini