Tidak dapat sekolah negeri, ratusan calon siswa di Kupang terlantar

Senin, 16 Juli 2018 15:16 Reporter : Ananias Petrus
Tidak dapat sekolah negeri, ratusan calon siswa di Kupang terlantar Calon peserta didik di Kupang belum dapat sekolah. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Walaupun sudah memasuki hari pertama sekolah, namun ratusan calon pendaftaran peserta didik baru (PPDB) 2018 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, belum mendapatkan sekolah negeri yang dipilih sesuai zonasi.

Untuk mendapatkan kepastian dan mencari solusi, ratusan orang tua wali kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan NTT, Senin (19/7).

Banyak calon peserta didik baru terpaksa tidak mengikuti sekolah hari pertama. Mereka terlihat kebingungan sambil menunggu kepastian dari Dinas Pendidikan, karena belum mendaftar di sekolah manapun di Kota Kupang, setelah ditolak sekolah tujuan.

Benyamin Usboko, salah satu orang tua wali kepada merdeka.com mengatakan, dirinya sudah berada di kantor Dinas Pendidikan sejak Subuh tadi. Ia terpaksa kembali ke dinas untuk dapatkan informasi dan solusi anaknya harus dikemanakan, sementara semua sekolah hari ini sudah mulai beraktivitas.

"Mau ketemu Kadis (Kepala Dinas) di sini, tapi Kadis ada bangun jalan pi ikut rapat, katanya di belakang kantor gubernur ko alamatnya mana na. Beta datang untuk kita dapatkan informasi yang jelasnya, kita mo dibuang ke mana, ato mo tidak diterima di sekolah mana, supaya kita tau persis, atau mau diterlantarkan ya kita mau tau persis sebagai orang tua siswa," katanya.

Menurutnya, jika tidak ada solusi dari Dinas Pendidikan yang mengatur Sekolah Menengah Atas Negeri maka, dipastikan anaknya akan terlantar karena dirinya tidak mampu secara ekonomi, jika harus mendaftar di sekolah swasta.

"Kita sudah tidak tau lagi, karena kita mau berlindung di mana lai kalo bukan pemerintah, ya sekolah swasta tapi kalo kita tidak mampu terpaksa anak harus terlantar," ujar Benyamin lemas.

Orang tua wali meminta pemerintah, agar penerapan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru 2018 dan seterusnya, harus dibenahi sistemnya, lantaran calon siswa baru yang rumahnya terletak di samping sekolah, tidak diakomodir. [cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini