Tiba di Bareskrim, massa aksi 2411 pertanyakan kelanjutan kasus Viktor Laiskodat

Jumat, 24 November 2017 14:41 Reporter : Hari Ariyanti, Muhammad Genantan Saputra
Tiba di Bareskrim, massa aksi 2411 pertanyakan kelanjutan kasus Viktor Laiskodat Massa aksi 2411. ©2017 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ratusan orang massa aksi 2411 tiba di Bareskrim Polri di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat. Massa yang tiba sekitar pukul 13.45 Wib dengan menggunakan pakaian serba putih ini berorasi di depan gerbang Gedung KKP.

Mereka mempertanyakan Polri kelanjutan kasus ujaran kebencian yang diduga dilakukan politikus NasDem Viktor Laiskodat. Sebab Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Harry Rudolf Nahak sempat menyatakan kasus itu telah dihentikan alias SP3.

Salah seorang orator menilai jika benar SP3 dikeluarkan hal itu tidak adil. Dia membandingkan dengan kasus Buni Yani yang disebutnya tak bersalah tapi divonis bersalah oleh majelis hakim.

"Ini faktanya penegakan hukum di republik ini carut marut karena ada kepentingannya yang memaksa. Yang benar itu benar dan salah itu salah," kata orator, Jumat (24/11).

Dia menyerukan agar massa mengikuti reuni akbar 212 agar bisa menyampaikan tuntutan yang sama. Menurutnya pernyataan Viktor dalam pidatonya dapat memecah belah NKRI sehingga harus diusut tuntas.

Di tengah orasi, massa juga menyanyikan beberapa lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya dan Garuda Pancasila. Aksi ini dipantau langsung Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Aryo Seto.

Lalu lintas sempat tersendat saat massa 2411 menuju Bareskrim

Sebelum tiba di Bareskrim Polri di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, massa sempat memadati ruas jalan Bundaran lampu merah Tugu Tani menuju Bareskrim Gedung KKP.

Dalam perjalanan, seluruh peserta 2411 dikawal polisi bermotor Sabhara dan anggota polisi lalu lintas. Sebagian massa membawa spanduk bertuliskan 'Indonesia Negara Hukum, Anggota DPR Salah Harus Dihukum'. Sepanjang perjalanan, aparat kepolisian bersiaga di pinggiran jalan sekitaran stasiun Gambir.

Sementara, saat tiba di Bareskrim tiga kompi yang berisi tiga ratus anggota disiagakan di depan kantor pusat Reserse Kriminal tersebut. Nampak pula 3 mobil water cannon dan barracuda yang terpampang untuk mengantisipasi aksi tersebut.

Sebelumnya, ratusan massa itu mampir ke kantor DPP Partai NasDem dan meminta pihak partai menuruti maksud kedatangannya. Massa pun melanjutkan ke Bareskrim Polri untuk mendesak kepolisian memproses Viktor Laiskodat karena mengeluarkan ujaran kebencian yang menyinggung salah satu umat Agama. [dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini