Tes Capim KPK, Irjen Firli Mengaku Bisa Jawab Seluruh Pertanyaan

Kamis, 18 Juli 2019 15:18 Reporter : Merdeka
Tes Capim KPK, Irjen Firli Mengaku Bisa Jawab Seluruh Pertanyaan Calon pimpinan KPK Irjen Firli. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Firli membeberkan alasannya mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Dia salah satu peserta yang mengikuti uji kompetensi calon pimpinan KPK, Kamis (18/7).

"Saya pernah ditanya oleh kawan-kawan wartawan, saya sebagai WNI memiliki kewajiban kapan pun di mana pun bertugas apabila warga membutuhkan saya, saya siap," ujar Kapolda Sumsel itu.

Uji kompetensi dibagi menjadi dua jenis yakni menjawab soal pilihan ganda dan membuat makalah. Pria yang menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan mengaku tak kesulitan menghadapi ujian tersebut. Ia mampu menyelesaikan seluruhnya dengan tepat waktu.

"Ada 70 pertanyaan, saya jawab semua dong," ujar dia.

Firli menyerahkan, sepenuhnya kepada Tuhan. Yang terpenting, sebagai manusia sudah berusaha

"Selebihnya Tuhan yang menentukan. Di proses pimpinan KPK, kita tidak tahu siapa yang terpilih, kita hanya berupaya saja," ujar dia.

Nama Firli sempat mencuat pada September 2018 lalu karena tersebarnya foto-foto Firli sedang bermain tenis dalam acara tenis Danrem 162/WB di lapangan tenis Wira Bhakti, Gebang pada Sabtu-Minggu 12-13 Mei 2018.

Permainan tenis itu juga dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) saat itu Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang pada bulan yang sama dimintai keterangan oleh tim penyelidik KPK mengenai dugaan korupsi divestasi dan penjualan saham pemerintah daerah NTB di Newmont. TGB diduga menampung dana di rekening pribadi dan istrinya pada periode 2009-2013.

Firli memang pernah menjadi Kapolda NTB pada Februari 2017 sampai April 2018. Padahal dalam pasal 66 UU 30 tahun 2002 tentang KPK, pegawai KPK yang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK tanpa alasan yang sah dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun.

Momen tenis tersebut pun sempat memicu keributan internal di KPK. Firli juga sudah diperiksa bagian Pengawasan Internal tapi sanksi yang dijatuhkan kepadanya belum dijelaskan kepada masyarakat.

TGB sendiri telah mengklarifikasi momen pertemuannya dengan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen (Pol) Firli. Menurut dia, pertemuan itu dilakukan sebelum pihak KPK meminta keterangannya terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Saat itu TGB mengaku hadir karena memenuhi undangan.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini