Tersangka korupsi program kemiskinan di Riau jadi DPO

Kamis, 20 Agustus 2015 13:54 Reporter : Abdullah Sani
Tersangka korupsi program kemiskinan di Riau jadi DPO Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi menyatakan tersangka dugaan korupsi program Kemiskinan Kebodohan dan Infrastruktur (K2I) Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Mizwar Candra sebagai buronan. Sebab, Direktur PT Gerbang Eka Palmina itu selalu mangkir dipanggil penyidik jaksa.

"Dia sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Kejati Riau Mukhzan dikonfirmasi merdeka.com di ruangannya, Kamis (20/8).

Sebelumnya, terhadap tersangka Mizwar Candra telah dilakukan pemanggilan secara patut sesuai aturan berlaku, tapi tidak pernah diindahkan.

"Sesuai aturan, penyidik berupaya melakukan upaya pemanggilan paksa dengan mendatangi rumahnya, namun Miswar Chandra diketahui tidak lagi berada di sana," kata Mukhzan.

Mukhzan menyatakan kalau saat ini penyidik juga tengah memproses upaya cekal terhadap Direktur Utama PT Gerbang Eka Palmina (GEP), yang merupakan rekanan dalam proyek K2I yang merupakan program pada era Gubernur Riau Rusli Zainal saat itu.

Dalam kasus ini, Penyidik Kejati Riau telah menetapkan dua orang sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam kasus yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 28 miliar, yakni mantan Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Riau, Susilo, yang saat ini masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, dan Miswar Chandra.

Seperti diketahui, Program K2I berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2006-2009. Program ini awalnya ditujukan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dengan program perkebunan.

Total alokasi anggaran untuk kebun kelapa sawit mencapai Rp 217 miliar. Jumlah ini untuk lahan seluas 10.200 hektare. Anggaran sebesar Rp 39 miliar diketahui telah dikucurkan semasa Susilo menjabat Kadisbun Riau. Saat itu anggaran diduga tidak dikucurkan secara keseluruhan.

Masih dalam kasus ini, Penyidik sebelumnya juga telah melakukan penyitaan aset berupa rumah dan tanah milik Susilo di Jalan Purwodadi Nomor 181 Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Pekanbaru
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini