Tersangka Akui Aniaya Kasatreskrim Wonogiri dengan Senjata Tajam dan Kayu

Rabu, 29 Mei 2019 13:39 Reporter : Arie Sunaryo
Tersangka Akui Aniaya Kasatreskrim Wonogiri dengan Senjata Tajam dan Kayu Para pelaku kerusuhan dan pengeroyokan di Wonogiri. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kondisi mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani hingga saat ini masih belum sadarkan diri. Aditia masih mendapatkan perawatan di Singapore General Hospital, sejak pertengahan bulan lalu.

"Sampai saat ini kondisi Pak Aditia masih dalam perawatan, hari ini akan dipindahkan dari ICU ke ruang perawatan. Mudah-mudahan segera pulih seperti sedia kala. Sampai sekarang masih belum sadar, tapi akan dipindahkan," ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja, saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Rabu (29/5).

Agus menjelaskan, Aditia mengalami luka di sejumlah tempat. Namun yang paling mengkhawatirkan dan berakibat fatal adalah luka di belakang telinga. Menurut Agus, ada 4 jahitan di belakang telinga.

Pengakuan para tersangka, luka tersebut akibat pukulan dengan kayu dan tangan kosong.

"Pengakuan para tersangka, mereka menganiaya Pak Aditia dengan menggunakan kayu, senjata tajam dan tangan kosong. Tidak ada yang menggunakan batu. Kalau senjata tajam untuk melukai bagian kaki," jelasnya.

Menurut Agus, semua pelaku ini merupakan anggota perguruan silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate).

Penganiayaan Aditia bermula adanya cekcok kedua perguruan PSHT dan PSH Winongo di Kecamatan Ngadirojo, pada 8 Mei lalu. Melihat adanya pergerakan massa Aditia turun dari mobil untuk menghalau, sedangkan anggota lainnya memarkirkan mobil.

Nahas, massa mengira Aditia yang berpakaian preman sebagai anggota PSH Winongo yang mereka cari. Pengeroyokan Aditia terjadi hampir 15 menit, sementara anggota lainnya tak sempat memberikan pertolongan.
Sehingga Aditia menjadi korban hingga tak sadarkan diri sampai hari ini.

Seorang pelaku berinisial AP (17), mengaku datang ke lokasi kejadian setelah mendapatkan pesan dari grup Whatsapp PSHT. Pesan itu terkait adanya rencana penyerangan PSH Winongo karena dinilai telah melecehkan PSHT.

"Saya pukul kaki Kasatreskrim sebelah kanan menggunakan bambu sebanyak dua kali. Tidak tahu itu anggota polisi karena kondisinya ramai dan gelap," ucap AP warga Kecamatan Slogohimo, Wonogiri. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini