Terlibat Korupsi Bank NTT di Surabaya, Akuntan Dihukum 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Senin, 26 April 2021 15:15 Reporter : Ananias Petrus
Terlibat Korupsi Bank NTT di Surabaya, Akuntan Dihukum 4 Tahun 6 Bulan Penjara Sidang putusan terhadap terdakwa Dewi Susiana Effendy di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (26/4). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang akuntan, Dewi Susiana Effendy, dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas kredit modal kerja dan investasi jangka panjang pada Bank NTT Kantor Cabang Surabaya tahun 2018 yang merugikan negara Rp148 miliar. Dia dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara.

Hukuman terhadap Dewi dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Wari Jumiati, dengan hakim anggota Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Senin (26/4). Majelis menyatakan, terdakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menyatakan terdakwa Dewi Susiana Effendy terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara," kata Wari dalam putusannya.

Selain hukuman 4 tahun 6 tahun penjara, Dewi juga dihukum untuk membayar denda Rp1 miliar subsider tiga (3) bulan kurungan. Dia pun diwajibkan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp275.000.000.

Apabila satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap Dewi tidak membayar uang pengganti itu, maka seluruh harta kekayaannya akan disita untuk dilelang. Jika hasil lelang tidak mencukupi untuk menutup uang pengganti, dia dipidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Dewi tidak sendirian dalam perkara ini. Sejumlah terdakwa lain sudah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Kupang, Dewi merupakan akuntan yang dipekerjakan pada perusahaan CV Harapan Abadi oleh Stefanus Sulayman. Mereka didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan Stefanus Sulayman selaku Direktur CV Harapan Abadi, Didakus Leba selaku Pimpinan Bank NTT Kantor Cabang Surabaya, Bong Bong Suharso selaku Wakil Pimpinan Bank NTT Kantor Cabang Surabaya, Yohanes Ronald Sulayman selaku Direktur CV MM Linen Indonesia, Ilham Nurdiyanto selaku Direktur PT Indoport Utama, Loe Mei Lien alias Indrasari selaku Direktur CV Mulya Badja Karya Bersama, Kho Wie alias Willyan Kodrata selaku Direktur CV Makmur Berkat Jaya, Siswanto Kodrata selaku Direktur CV Luis Panen Berkat, Muhammad Ruslan selaku Penanggung jawab UD Makmur Jaya Prima (masing-masing dalam berkas penuntutan terpisah).

Tindak pidana korupsi ini terjadi antara Juni 2018 sampai dengan Mei 2020 di Bank NTT Kantor Cabang Surabaya, Jalan Panglima Jenderal Sudirman Nomor 74 Surabaya dan di Bank NTT Kantor Pusat. Akibat perbuatan para terdakwa, negara dirugikan hingga Rp148 miliar. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini