Terduga Teroris EY Belajar Rakit Bom dari Internet

Jumat, 10 Mei 2019 14:38 Reporter : Merdeka
Terduga Teroris EY Belajar Rakit Bom dari Internet teroris. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - EY, terduga teroris jaringan JAD Bekasi ditangkap Densus 88 pada Rabu 18 April 2019 pukul 13.48 WIB di SPBU Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur. EY mahir merakit bahan peledak karena belajar dari media sosial.

"Nah dia belajar dari media sosial. Dia juga coba melihat bagaimana bom yang dipraktikkan dalam perang di Suriah kemudian Irak, dan Sri Lanka. Bom-bom ini sudah berhasil dipraktikkan," kata Karopenmas Divisi Humas, Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).

Menyikapi hal itu, kata Dedi, kepolisian terus berupaya menutup konten-konten yang bermuatan terorisme dari beberapa platform media sosial tersebut. Namun tetap saja kelompok tertentu bisa mendapat aksesnya.

"(Kami) kurang lebih sudah meng-take down hampir 1.600 konten-konten, video-video yang berkaitan dengan terorisme," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa EY terduga teroris jaringan JAD dapat merakit bom dengan pemicunya menggunakan Wi-Fi.

"Menurut keterangan yang bersangkutan apabila nanti terjadi demo dalam jumlah massa yang sangat besar di KPU itu diprediksi oleh dia akan ada jammer (penghalang sinyal handphone) terhadap handphone...oleh karenanya handphone tidak bisa digunakan sebagai switching bom...ini booster sudah menggunakan Wi-Fi. Ya kalau Wi-Fi tentu sampai saat ini belum ada jammer," terang Karopenmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo di Kantor Divisi Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at (10/5/2019).

Dedi menjelaskan bahwa penggunaan booster pada bom tersebut membuat bom itu bisa dipicu dari radius 200 meter. Ia pun menyampaikan bahwa bom itu dilengkapi dengan router sebagai penguat sinyal. Dengan menggunakan router, bom rakitan EY itu bisa memiliki radius hingga 500 meter.

"Tambah lagi penguatnya dia bisa sampai satu kilo (kilometer)," ungkap Dedi.

Menurut keterangan Dedi bom tersebut akan diledakan di tengah-tengah demonstran pada 22 Mei nanti saat pengumuman pemenang Pemilu 2019.

Mampu Rakit Bom Berdaya Ledak Tinggi

EY mahir merakit bom setelah belajar secara otodidak dari internet. Oleh karena itu, dia tak asing dengan bahan-bahan kimia.

"Basic kimia juga dia punya. Ini berbentuknya kan cairan-cairan, cairan satu, cairan dua dicoba terus sama dia. Oh kalau dengan ukuran segini memiliki daya ledak segini, dia sudah bisa mengukur begitu," kata Dedi.

Berbekal keahlian tersebut, EY mengaku dapat merakit bom berdaya ledak tinggi yang dikendalikan dengan mengaktifkan Wi-Fi.

"Menurut keterangan yang bersangkutan apabila nanti terjadi demo dalam jumlah massa yang sangat besar di KPU itu diprediksi oleh dia akan ada jammer (penghalang sinyal handphone) terhadap handphone. Oleh karenanya handphone tidak bisa digunakan sebagai switching bom. Ini booster sudah menggunakan Wi-Fi. Ya kalau Wi-Fi tentu sampai saat ini belum ada jammer," jelas Dedi.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini