Terduga Teroris Ditangkap di Padang, Polri Petakan Kembali Jaringan JAD

Selasa, 23 Juli 2019 16:34 Reporter : Merdeka
Terduga Teroris Ditangkap di Padang, Polri Petakan Kembali Jaringan JAD Rillis kasus Teroris. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial N di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7). N diketahui menerima aliran dana dari seorang aktor intelektual yang dikenal Saefullah. Saat ini, Saefullah diketahui berada di Khurasan, Afghanistan.

Atas pengungkapan tersebut, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan pihaknya akan kembali melakukan pemetaan para napi terorisme (napiter) dan deportan Suriah di Indonesia.

"Saat ini Densus 88 sedang mapping (memetakan) kembali, mengidentifikasi kembali napiter yang sudah keluar, deportan dari Suriah yang sudah masuk ke Indonesia termasuk para DPO ini," kata Dedi dalam konferensi pers di Kantor Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).

Untuk melakukan itu, kata Dedi, Polri akan bekerja sama dengan kepolisian di beberapa negara seperti, Malaysia, Filipina, dan juga Afghanistan.

"Ini untuk mencegah aksi terorisme terstruktur oleh JAD," katanya.

Sebelumnya, Kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Saefullah juga mengendalikan pelaku teror lain, seperti Yoga yang merupakan JAD Kalimantan Timur yang telah ditangkap pada Juni 2019 lalu. Yoga, kata Dedi menggantikan peranan Andi Baso sebagai penghubung antara ISIS dengan JAD di Indonesia atau Filipina.

"Andi Baso ini memiliki kemampuan untuk merekrut orang. Dia WNI, diyakini saat ini ada di Filipina Selatan," jelas Dedi dalam konferensi pers di Kantor Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Berkat kerjasama Polri dengan dinas kepolisian di beberapa negara, termasuk Filipina, kata Dedi, polisi berhasil menemukan aliran dana kepada Saefullah dari empat negara.

"Saudara Saefullah ini menerima beberapa aliran dana, ini aliran dana dari negara Tobago ada tujuh kali, dari Maldives ada satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali, dan Malaysia sekali," ungkap Dedi.

Dua belas aliran dana tersebut, kata Dedi, dikirim pada periode Maret 2016 hingga September 2017 lalu. Polisi mengidentifikasi, total ada Rp413.169.854 dana yang berhasil dikirimkan.

"Mereka menggunakan sistem aliran dana Western Union," kata Dedi.

Saefullah ini berhubungan dengan sejumlah tokoh ISIS di Khurasan. Termasuk Muhammad Aulia yang diketahui mengatur seluruh komunikasi, perjalanan dan transfer.

"Ini 19 orang berangkat ke Khurasan dan dideportasi di Bangkok tanggal 13 Juni lalu, dan ini sudah ditangkap sekitar 12 orang. Satu lagi masih DPO di Indonesia terkoneksi dengan mastermind atas nama Abu Saedah," jelasnya.

Abu Saedah ini, menurut keterangan Dedi memiliki peran untuk menyalurkan bantuan dana ke N. "Memberikan uang ke Novendri (N) sebesar Rp18 juta dari mastermind-nya (Syfullah) itu," jelas Dedi.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini