Terdengar ledakan di pesawat Lion Air di Medan, penumpang cedera

Jumat, 24 April 2015 17:29 Reporter : Ya'cob Billiocta
Terdengar ledakan di pesawat Lion Air di Medan, penumpang cedera Kemenhub Awasi OTP Penerbangan Lion Air. ©Lion Air

Merdeka.com - Terjadi dentuman keras di pesawat Lion Air yang akan terbang dari Bandara Kualanamu, medan, tujuan Jakarta, Jumat (24/4). Peristiwa ini membuat penumpang panik. Pelaksana Manajer Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu Muhammad Haekal mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, ketika pesawat akan terbang.

Ketika itu, pesawat dengan nomor penerbangan JT-303 tersebut berencana dijalankan menuju landasan pacu (runway) untuk diterbangkan ke Bandara Soekarno Hatta di Jakarta. Untuk mengambil posisi yang tepat, pilot berencana memundurkan pesawat (push back) sehingga dapat meluncur ke arah yang diinginkan.

Ketika mesin atau peralatan untuk memundurkan pesawat tersebut dinyalakan, terdengar suara semacam dentuman yang cukup keras dari bagian belakang pesawat. Mendengar suara dentuman tersebut, teknisi dan kru pesawat Lion Air meminta semua penumpang turun melalui pintu depan.

Namun, disebabkan adanya kepanikan, beberapa penumpang membuka pintu darurat yang berada di bagian tengah pesawat tersebut secara manual. Oleh karena dicekam kepanikan, beberapa penumpang tidak mampu keluar dari pintu darurat tersebut dengan cara yang tepat sehingga mengalami cedera.

"Ketika turun, ada yang turunnya tidak mulus, sehingga tiga penumpang sedikit mengalami cedera," kata Haekal kepada Antara.

Pihaknya telah membawa tiga penumpang yang cedera tersebut ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berada dalam area Bandara Kualanamu. Melalui koordinasi yang dilakukan, manajemen Lion Air menampung seluruh penumpang di beberapa bagian bandara dan memberikan layanan makan siang.

"Penumpang juga disiapkan untuk diberangkatkan pada jam berikutnya dengan pesawat lain," kata Haekal.

Petugas Bandara Kualanamu telah menarik pesawat Lion Air yang mengalami kerusakan mesin tersebut untuk keperluan investigasi.

"Nanti akan diinvestigasi oleh otoritas terkait, termasuk KNKT," katanya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini