Terbang ke Jambi, Hendra Kurniawan Usul Pakai Privat Jet & Diizinkan Ferdy Sambo

Selasa, 6 Desember 2022 13:11 Reporter : Bachtiarudin Alam
Terbang ke Jambi, Hendra Kurniawan Usul Pakai Privat Jet & Diizinkan Ferdy Sambo Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Terkait Kasus Merintangi Penyidikan. ©2022 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Mantan Karopaminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan mengaku menumpangi privat jet atas izin Ferdy Sambo. Saat itu, ia bersama Agus Nurpatria terbang ke Jambi untuk menyerahkan jenazah Brigadir J ke keluarga, Senin (11/7) atau tiga hari usai kematian Yosua.

Hal itu ia ungkap saat menjadi saksi untuk terdakwa Ferdy Sambo dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Berawal dari dirinya yang diperintah Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo untuk mengantar jenazah Brigadir J kepada pihak Keluarga, di Jambi pada Senin (11/7) lalu.

"(Perintah) untuk berangkat ke Jambi menjelaskan (terkait tewasnya Brigadir J ke keluarga)," kata Hendra saat sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Usai mendapat perintah, Hendra bersama terdakwa Agus Nurpatria, mantan Kaden A Ropaminal DivPropam Polri Kombes Susanto, dan AKP Rifaizal Samual mereka berangkat. Dan sempat mencari-cari tiket keberangkatan pesawat pada 11 Juli 2022.

"Sebelumnya supaya cari tiket dulu, karena tiket juga tidak ada. Adanya di pagi hari sama ada di siang. Untuk sore sudah penuh. Penerbangan ke sana itu ada Garuda, Batik Air, dan Lion," jelas Hendra.

Karena tidak ada yang sesuai waktu keberangkatannya, Hendra melapor ke Ferdy Sambo dengan mengusulkan untuk menggunakan private jet dan dibolehkan Ferdy Sambo.

"Pak FS bilang 'ya sudah coba saja'," ucap Hendra.

Adapun keterangan Hendra ini disampaikan sebagai saksi dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J atas terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kasus Private Jet

Sebelumnya, Polri tengah mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan pesawat jet pribadi Brigjen Hendra Kurniawan untuk perjalanan pulang pergi Jakarta-Jambi, dalam perkara kematian Brigadir J.

Polri menyita barang bukti berupa 15 lembar dokumen terkait penggunaan privat jet Brigjen Hendra Kurniawan.

"Barang bukti yang menjadi objek penyelidikan sebanyak 15 lembar dokumen atau eksemplar terkait penggunaan pesawat jet," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Selasa (11/10).

2 dari 2 halaman

Nurul mengatakan, dasar penyelidikan tersebut adalah informasi pada 22 September 2022. Sejauh ini polisi sudah memeriksa 22 saksi untuk dimintai keterangan.

Delapan dari 22 saksi itu merupakan anggota Polri. Mereka adalah HK, AN, SUS, RS, FRT, SMH, PEG, dan MM, sementara dari pihak lainnya yakni DB, ASH, DR, OJ, GB, TA, ARB, AR, IN, DK, JA, AK, SN, serta AH.

"Delapan dari anggota Polri dan 14 orang dari pihak afiliasi dan lainnya," jelas dia.

Baca juga:
Reaksi & Perintah Kapolri saat Anak Buah Sambo Lapor Kejadian Kematian Brigadir J
Bela Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Sebut Tak Ada Intervensi saat di Jambi
Tak Hanya Anies, Mereka juga Disorot Gara-Gara Jet Pribadi
Pengacara Arif Rachman Bantah Kliennya Salin Berita Acara Kasus Kematian Brigadir J
Kuasa Hukum Tanyakan Letak Pelanggaran Etik AKBP Arif Rachman ke Timsus Kasus Yosua
Hendra Kurniawan Akui Perintahkan Anak Buah Amankan CCTV TKP Pembunuhan Brigadir J
Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Kembali Jalani Sidang Obstruction of Justice

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini