Terbang ke Jakarta, Ahmad Dhani Akan Dikawal 6 Petugas

Rabu, 12 Juni 2019 13:34 Reporter : Erwin Yohanes
Terbang ke Jakarta, Ahmad Dhani Akan Dikawal 6 Petugas Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Surabaya. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Setelah dijatuhi vonis 1 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Surabaya dalam kasus umpatan idiot, Ahmad Dhani akhirnya dikembalikan ke Jakarta, Kamis (13/6) besok. Ia dijadwalkan naik pesawat pada pukul 05.00 WIB, dengan dikawal oleh 6 orang petugas.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Richard Marpaung mengatakan, proses administrasi pemindahan musisi Ahmad Dhani dari Rutan Medaeng ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur, diakuinya sudah selesai.

Untuk itu, pihaknya sudah tidak ada persoalan lagi untuk melakukan pemindahan penahanan suami Mulan Jameela itu ke Jakarta pada Kamis pagi.

"Proses administrasi pemindahan Ahmad Dhani sudah selesai. Yang bersangkutan akan dipindahkan besok (Kamis) pagi," tegasnya, Rabu (12/6).

Dikonfirmasi soal transportasi yang akan digunakan oleh Ahmad Dhani menuju ke Jakarta, Richard mengatakan, jika pentolan grup band Dewa 19 itu akan dikirim dengan menggunakan pesawat.

"Jadwal penerbangan pukul 05.00 WIB," tambahnya.

Soal pengawalan, Richard mengatakan, akan ada empat orang dari Kejaksaan dan dua orang dari Ke polisian yang akan mengawal proses pemindahan Ahmad Dhani. "Empat orang dari Kejaksaan dan dua orang dari Kepolisian yang akan mengawal Ahmad Dhani," tegasnya.

Sebelumnya, musisi sekaligus politisi dari Partai Gerindra, Ahmad Dhani divonis 1 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Ia dinyatakan terbukti bersalah, melakukan tindak pidana melakukan pencemaran nama baik melalui video blog (Vlog) yang dibuatnya di Hotel Mojopahit beberapa waktu lalu.

Ahmad Dhani dilaporkan oleh sejumlah orang yang tergabung dalam Koalisi Bela NKRI. Mereka melaporkan pentolan grup band Dewa19 itu ke polisi, lantaran mengunggah vlog yang intinya mengandung umpatan idiot.

Atas kasus ini, Ahmad Dhani pun dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika yang berbunyi "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Dalam kasus ini Ahmad Dhani tidak dilakukan penahanan. Namun Ia ditahan dalam kasus ujaran kebencian yang divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kasus ini sendiri, hingga kini masih dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini