Tenaga Medis Covid-19 di Sumsel yang Tidak Tercover APBN Dapat Insentif

Jumat, 29 Mei 2020 14:58 Reporter : Irwanto
Tenaga Medis Covid-19 di Sumsel yang Tidak Tercover APBN Dapat Insentif Ilustrasi tenaga medis. ©2020 Merdeka.com/Instagram @rsudsda

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan insentif bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 yang tidak tercover APBN atau dari Kementerian Kesehatan. Besaran nilainya juga disamakan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengungkapkan, kebijakan tersebut berasal dari perintah Gubernur Sumsel Herman Deru yang memanfaatkan alokasi APBD sesuai instruksi pemerintah pusat. Dokter spesialis akan menerima Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

"Kami sudah putuskan untuk memberikan insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, nominalnya sama dengan APBN," ungkap Lesty, Jumat (29/5).

Hanya saja, insentif dari APBD Sumsel itu hanya untuk tenaga medis yang tidak tercover APBN. Semisal petugas medis di rumah sehat, RSUD Siti Fatimah yang berstatus milik Pemprov Sumsel, atau dokter radiologi, dokter laboratorium, cssd, satpam dan driver ambulance.

"Semuanya diberikan insentif kecuali sudah dapat dari Kemenkes," ujarnya.

Dikatakannya, insentif tersebut sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah kepada tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19. Setidaknya bantuan ini sebagai penyemangat mereka bekerja dan mengurangi beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan selama bertugas.

"Kami support tenaga medis selagi kami bisa, kami upayakan kesejahteraan mereka agar lebih maksimal lagi dalam bekerja," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini