Tenaga Kesehatan dan Petugas Lapangan di Jateng Jadi Prioritas Vaksin Covid-19

Selasa, 20 Oktober 2020 14:52 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Tenaga Kesehatan dan Petugas Lapangan di Jateng Jadi Prioritas Vaksin Covid-19 Vaksin untuk dewasa dan keluarga. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan prioritas pertama penerima vaksin diutamakan tenaga kesehatan dan petugas lapangan. Mesti stok belum banyak, pemerintah telah mencari beberapa sumber vaksin dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan.

"Tahap pertama vaksin belum banyak, masih sekitar ratusan, kita upayakan untuk tenaga kesehatan dulu. Setelah itu tahap ke dua Jateng akan mendapat jumlah cukup besar sekitar 2,5 juta vaksin mungkin November sampai Desember tahun ini," kata Ganjar, Semarang, Selasa (20/10).

Dia menyebut selain tenaga kesehatan, Ganjar juga akan memprioritaskan vaksinasi kepada petugas lapangan seperti TNI/Polri dan Satpol PP. Sebab, mereka dianggap memiliki resiko tinggi karena setiap hari bertugas ke lapangan.

"Bisa juga pada masyarakat yang tiap hari menjalankan kegiatan di tempat terbuka. Misalnya pasar, angkutan. Saya kira, mereka perlu mendapat prioritas," jelasnya.

Saat ini pemerintah sedang berusaha dalam rangka program vaksinasi ini. Pemerintah telah mencari beberapa sumber vaksin dari berbagai negara.

"Syukur akan muncul dari dalam negeri, sehingga bisa memenuhi. Mungkin vaksinnya itu tidak hanya satu, tapi beragam tergantung kapasitas dan kemampuan. Saya kira pemerintah sudah memikirkan jumlahnya itu," ungkapnya.

Meski program vaksinasi segera dilakukan pemerintah, dia tetap meminta masyarakat menjaga protokol kesehatan. Menghindari kerumunan, tertib memakai masker dan rajin cuci tangan pakai sabun adalah kewajiban yang harus dilakukan.

"Protokol kesehatan itu wajib. Kalau itu dilakukan, maka kita bisa beradaptasi. Masyarakat tetap boleh bekerja, keluar rumah tapi harus menerapkan protokol kesehatan itu. Kalau itu dilakukan, maka cara itu yang bisa mengamankan diri," ujarnya.

Ganjar juga berpesan pada masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif pada orang yang dinyatakan positif covid-19. Sebab sampai saat ini, stigmatisasi itu masih muncul.

"Saya baru saja mendapat laporan di Solo, ada satu keluarga yang positif merasa disingkirkan. Tolong jangan ada stigmatisasi pada mereka, mereka butuh pertolongan, bukan diasingkan," ungkap Ganjar Pranowo. [cob]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini