Temui Ketum Muhammadiyah, AHY Bahas Ancaman Demokrasi hingga Keagamaan

Sabtu, 3 April 2021 18:21 Reporter : Purnomo Edi
Temui Ketum Muhammadiyah, AHY Bahas Ancaman Demokrasi hingga Keagamaan AHY Temui Ketum PP Muhammadiyah. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersilaturahmi dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Pertemuan dua tokoh ini dilakukan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (3/4).

Datang ke Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, AHY ditemani oleh Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Rasya dan Ketua DPD Partai Demokrat DIY Heri Sebayang.

Sementara Haedar Nashir yang menemui AHY ditemani Sekjen PP Muhammadiyah Dr Agung Danarto dan hadir secara virtual, mantan Ketua Umum Muhammadiyah Buya Syafii Maarif.

AHY menyebut ada 4 terkait isu-isu kebangsaan. Pertama, kaitan dengan ancaman demokrasi. "Kita tahu ujian dan tantangan demokrasi akan terus kita hadapi. Juga termasuk di masa pandemi ini. Kedepannya kita berharap bisa merawat demokrasi dalam semangat berpijak pada konstitusi yang berlaku," kata AHY.

Kedua, ujar AHY, Pancasila sebagai dasar negara sudah menjadi keputusan bangsa dan harus terus dijaga dan diterapkan sebenar-benarnya. Pancasila tidak menjadi pelabelan oleh kelompok tertentu untuk menggebuk kelompok lainnya.

"Jangan kita mudah menyuarakan Pancasila, padahal kita tidak menerapkan itu sejatinya nilai-nilainya kita berharap Pancasila jangan menjadi pelabelan saja. Satu kelompok melawan kelompok yang lain," tegas AHY.

AHY menyebut Pancasila menjadi melting pot, menjadi konsensus bersama untuk menampung segala perbedaan dan keberagaman di Indonesia.

Ketiga, sambung AHY, diskusi mengenai nilai-nilai keagamaan dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Kita ingin Indonesia juga terus luhur dan jati dirinya terjaga sampai kapanpun. Walaupun kita tahu di tengah-tengah perkembangan zaman dengan teknologi yang luar biasa, politik yang berdasar pada kebohongan-kebohongan diulang-ulang kemudian sangat mudah diyakini menjadi kebenaran yang baru dan menghasut masyarakat kita," ungkap AHY.

"Ini bahaya dan memecah belah. Tentunya kita harus melawan bersama. Kita tidak boleh terjebak pada hoaks politik yang menghalalkan segala cara," imbuh AHY.

Keempat, pihaknya bersama PP Muhammadiyah sepakat Indonesia negara yang majemuk, tentu harus utuh selamanya. Jangan sampai seperti beberapa negara di belahan dunia yang pernah menjadi negara besar kemudian runtuh berkeping-keping.

"Perseteruan antarkelompok dan pertentangan antaridentitas itu harus kita cegah. Buangan sampai menjadi benih-benih konflik yang berakibat pada perpecahan di Indonesia," tutur AHY.

AHY sendiri enggan menanggapi pertanyaan terkait Partai Demokrat KLB Moeldoko. Termasuk komentar usai Kemenkum HAM mengeluarkan putusannya.

"Untuk berita politik praktis di lain hari saja. Saya menghormati betul kantor PP Muhammadiyah yang harus kita jaga. Jangan sampai seolah-olah masuk ke wilayah politik praktis," tegas AHY.

Baca Selanjutnya: Pesan Muhammadiyah buat AHY...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. AHY
  3. Muhammadiyah
  4. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini