Temuan Puslabfor: 12 Butir Peluru Berserakan di TKP Pembunuhan Brigadir J

Senin, 28 November 2022 22:51 Reporter : Bachtiarudin Alam
Temuan Puslabfor: 12 Butir Peluru Berserakan di TKP Pembunuhan Brigadir J Penampakan Rumah Dinas Ferdy Sambo Jelang Rekonstruksi. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Subbid Senpi Balmetfor Puslabfor Bareskrim Polri, Sopan Utomo menggambarkan banyaknya selongsong peluru berserakan di tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Brigadir J ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022

Puslabfor menemukan sebanyak 12 selongsong peluru dari tiga jenis peluru yang ditemukan di TKP rumah dinas Ferdy Sambo. 12 butir peluru itu berasal dari tiga jenis peluru berbeda.

"Kalau saya terima dari 12 butir itu, ada tiga jenis. Yang pertama 6 (dari jenis) Pindad, 5 (dari jenis) S&B, 1 (dari) Luger LZ," kata Sopan saat hadir sebagai saksi dalam sidang PN Jakarta Selatan, Senin (28/11).

Kemudian, pihaknya menemukan sejumlah lubang tembakan di rumah dinas Ferdy Sambo saat dilakukan uji balistik. Pada dinding atas, sambungnya, ada lima bekas tembakan senjata api. Sementara di dinding bawah, ada tiga lubang tembakan.

Majelis hakim lalu bertanya apakah ada lubang tembakan di lantai rumah dinas Sambo. Sopan menyebut ada dua bekas tembakan.

"Arah bawah tiga, kalau arah bawah di lantai ada Enggak lubang?," tanya hakim.

"Lantai setahu saya dua (bekas tembakan)," jawab Sopan.

Di samping itu, ada pula bekas goresan tembakan senjata api di depan gudang rumah dinas Sambo. Namun, Sopan tak merinci ada berapa goresan di titik tersebut.

"Secara fisik itu diparkir itu ada goresan. Goresan itu karena, ada luka goresan karena kita ambil," kata Sipan.

"Itu ditemukan di mana? Lantai?," tanya hakim

"Di depan gudang," jawab Sopan.

2 dari 3 halaman

Sopan juga menilai TKP penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo telah terkontaminasi. Sebab, ternyata dari rentang waktu sejak penembakan pada Jumat (8/7) sampai dia tiba di TKP tersebut telah banyak petugas.

"Yang pertama saudara lihat sampai rentang waktu sampai saudara sampai, yang saudara lihat bagaimana kondisinya. Apakah steril, setelah diamati status quo terjaga, atau sudah terkontaminasi?" tanya majelis hakim saat sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11).

"Kayaknya sudah terkontaminasi," ujar Sopan.

Alasan Sopan menilai TKP sudah terkontaminasi karena banyaknya petugas yang telah datang dalam rangka kepentingan olah TKP di luar tim Digital Forensik.

"Karena pada saat itu juga saya baru sampai ke TKP, bukan hanya digital forensik yang turun. Ternyata disitu juga bersama-sama dengan Inafis, dan bagian lain lain dari Puslabfor Lain," kata Sopan.

"Apakah ada juga anggota dari Paminal?" tanya hakim.

"Saya melihat, ada seperti itu," ujar Sopan.

"Dari polres Jaksel?" tanya kembali hakim.

"Betul, pada saat itu saya bersama dengan anggota Polres Jakarta Selatan," sebut Sopan.

3 dari 3 halaman

Sebelumnya, Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan R Soplanit menjadi saksi di persidangan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dalam kesaksiannya, dia bercerita soal selongsong peluru yang berserakan di lokasi penembakan Brigadir J.

"Tadi waktu olah TKP kan ada barbuk, ada selongsongan peluru, itu coba ditegaskan itu bungkus peluru atau apa?" tanya hakim di Pengadilan negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11).

"Ya selongsong itu peluru bungkusannya," jawab Ridwan.

"Proyektil maksudnya apa?" tanya hakim kembali.

"Ya serpihan. Iya serpihan proyektil," jawab kembali Ridwan.

Ia menyebut, berdasarkan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian itu membuktikan adanya 10 kali tembakan yang terjadi.

"Itu selongsong peluru itu di tempat yang sama atau berserakan di mana-mana?" tanya hakim.

"Ada di beberapa titik, tidak dapat saya jelaskan di sini Yang Mulia," jawab Ridwan.

"Terus yang kamu terangkan bahwa di tubuh Yosua ada penembakan tadi berapa tadi? Ada peluru masuk tujuh, sisa di dalam satu, nah terus tiga lagi ke mana? Tiga lagi itu ditembak ke arah mana?" cecar hakim.

"Jadi waktu hasil visum sesuai dengan luka yang di tubuh Yosua, itu disebutkan ada tujuh yang masuk," jawab Ridwan.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil visum ada tujuh peluru saja yang masuk dalam tubuh Brigadir J dan tiga lainnya tidak. Semua peluru berasal dari senjata jenis glock.

"Yang tujuh masuk ke tubuh Yosua, itu dari senjata apa? Yang masuk ke tubuh Yosua itu dari senjata yang mana saja?" tanya hakim lagi.

"Itu dari glock Yang Mulia. Dari glock, nanti secara ini kami akan bawa," jawab Ridwan.

"Kamu mengatakan bahwa yang masuk ke tubuh Yosua itu senjata glock?" tanya hakim.

"Peluru yang masuk Yang Mulia, itu kan dari visumnya peluru yang masuk. Tapi dari senjata apa yang masuk kita kurang tahu," jawab Ridwan.

Baca juga:
Sadar Dibohongi Ferdy Sambo, Agus Ditelepon Brigjen Hendra: 'Gus Kita Dikadalin'
Hasil Autopsi Brigadir J Diungkap di Sidang: Darah Keluar 760 cc, Negatif Alkohol
Akui Berbohong, Bharada E, Kuat & Bripka RR Kompak Minta Maaf ke Anak Buah Sambo
Anak Buah Ferdy Sambo Ungkap Barang & Uang Brigadir J Sudah Diserahkan ke Keluarga
Syarat Tak Lengkap & Intervensi Sambo, Surat Izin Bawa Senpi Eliezer-Yosua Terbit

[ray]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini