Tempat pengoplosan gas ilegal di Bekasi digerebek polisi

Selasa, 30 Januari 2018 13:31 Reporter : Adi Nugroho
Tempat pengoplosan gas ilegal di Bekasi digerebek polisi Polisi gerebek gas ilegal di Bekasi. ©2018 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - Ke polisian Resor Metro Bekasi menggerebek sebuah rumah dijadikan tempat mengoplos gas secara ilegal di Perumahan Regency Bekasi, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Pemilik usaha ilegal berinisial A dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara mengatakan pengungkapan itu bermula dari kecurigaan masyarakat dengan aktivitas di dalam rumah yang disewa oleh tersangka. Pasalnya, ada aktivitas keluar masuk kendaraan mengangkut gas elpiji subsidi dan non subsidi.

"Dari informasi itu, kami melakukan penyelidikan, setelah cukup bukti dilakukan penggerebekan," kata Candra, Selasa (30/1).

Ia mengatakan, polisi mendapati 43 buah tabung gas kosong ukuran 3 kg, 13 tabung gas kosong ukuran 12 kg, 9 tabung gas yang sudah terisi ukuran 12 kg, 4 tabung gas yang sudah terisi ukuran 3 kg dan 17 regulator yang digunakan untuk mengoplos.

"Mereka mengambil gas dari tabung 3 kilogram (subsidi) lalu disuntik ke dalam tabung gas ukuran 12 kilogram (non subsidi)," kata dia.

Menurut dia, tersangka mengaku baru menjalankan bisnis ilegalnya sejak tiga bulan lalu. Setiap hari bisa memproduksi 15-20 tabung gas 12 kilogram, dengan keuntungan mencapai Rp 1.050.000.

"Distribusinya ke sejumlah rumah makan di wilayah Kabupaten Bekasi," kata dia.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 8 huruf a, b, dan c UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 32 ayat (2) Juncto Pasal 30 UU Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Adapun hukumannya di atas lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini