Tempat Penemuan 4 Nisan Kuno di Palembang Direkomendasikan jadi Cagar Budaya

Kamis, 20 Januari 2022 01:32 Reporter : Irwanto
Tempat Penemuan 4 Nisan Kuno di Palembang Direkomendasikan jadi Cagar Budaya Nisan Kuno Ditemukan di Palembang. Irwanto

Merdeka.com - Empat nisan kuno ditemukan ketika penggalian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. Tempat itu direkomendasikan untuk pengajuan penetapan cagar budaya.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Palembang Retno Purwanti mengungkapkan, batu nisan itu disinyalir menjadi peninggalan Keraton Beringin Janggut pada masa Kesultanan Palembang Darussalam. Terlebih keraton itu diyakini berada di sekitar Pasar 16 Ilir.

"Mudah-mudahan tahun ini direkomendasikan jadi cagar budaya," ungkap Retno, Rabu (19/1).

Dikatakan, rekomendasi akan diputuskan melalui sidang TACB yang diikuti banyak unsur terkait dalam waktu dekat. Seraya itu akan dilakukan pendataan, penelitian, dan pengkajian mendalam oleh tim khusus.

"Karena lokasi penemuan berada di pemukiman Keraton Beringin Janggut yang diyakini berada di sana," ujarnya.

Dia mengakui, Keraton Beringin Janggut belum ditetapkan sebagai cagar budaya karena belum memiliki data lengkap yang memadai. Berbeda halnya dengan Benteng Kuto Besak dan pemakamam Kawah Tengkurep yang lebih dulu ditetapkan pemerintah.

"Penemuan nisan-nisan itu menjadi bukti kuat bahwa Pasar 16 Ilir dan sekitarnya memiliki situs bersejarah yang penting," kata dia.

Kepala Kantor Arkeologi Sumsel Wahyu Rizky Andhifani mengatakan, pihaknya menemukan juga susunan batu di tempat penemuan 4 nisan kuno. Ada juga pecahan logam dan keramik yang kini masih dilakukan deskripsi.

"Itu pasti bangunan tapi nggak tahu bangunan apa. Kalau bangunan harus dicari sudut dulu. Kemarin lima meter ke atas di bawah air ada lagi batu bata setengah meter," ujarnya.

Dari penelitian, seluruh nisan itu dipastikan ditulis menggunakan huruf Aksara Arab dan berbahasa Arab. Tiga nisan menunjukkan nama makam dan satunya lagi diduga nisan bagian kaki karena tidak tertulis nama seseorang, melainkan hari, tanggal, dan tahun kematian.

"Dugaannya ini makam keluarga keturunan bangsawan," terangnya. [gil]

Baca juga:
Tulisan 4 Nisan Kuno di Palembang Terungkap
Tiga Nisan Kuno Ditemukan Saat Penggalian IPAL di Palembang
Kembangkan UMKM dan Kawasan Heritage, Kantor Pos Medan Akan Diubah Jadi Pos Bloc
Bakal Direvitalisasi, Ini 3 Pesanggrahan di Sumut yang Pernah Disinggahi Soekarno
Potret Dam Jagir Surabaya, Bendungan Warisan Penjajah yang Kini Masih Berfungsi
Kisah Bubukshah dan Gagang Aking dari Zaman Majapahit
Seni Cadas Tertua di Dunia dari Karst Maros Pangkep

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini