Tempat Ngaji di Garut Dibakar Warga yang Kesal karena Ustaz Cabuli Muridnya

Rabu, 7 April 2021 06:00 Reporter : Mochammad Iqbal
Tempat Ngaji di Garut Dibakar Warga yang Kesal karena Ustaz Cabuli Muridnya Tempat ngaji di Garut dibakar warga. ©2021 Merdeka.com/M Iqbal

Merdeka.com - Sebuah tempat mengaji anak-anak di Desa Dangiang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Senin (5/4) malam dibakar oleh warga. Aksi pembakaran dilakukan karena ustaz di tempat itu melakukan aksi pencabulan kepada salah satu murid perempuan.

Plh Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih mengatakan bahwa aksi pembakaran tempat mengaji itu dilakukan secara spontan oleh warga setempat. Pembakaran dilakukan setelah mereka baru mengetahui bahwa ustaz yang biasa mengajari anak-anaknya mengaji ternyata melakukan perbuatan cabul.

"Sebetulnya, warga itu sudah mencurigai sejak lama, namun baru tadi malam bisa dipastikan bahwa ustaz itu melakukan aksi pencabulan. Jadi pembakaran spontanitas dilakukan oleh warga, karena tempat yang seharusnya digunakan untuk ngaji, tapi ternyata guru ngajinya ada perbuatan cabul, seneng sama santriwatinya," ujarnya, Selasa (6/4).

Muslih mengatakan bahwa ustaz yang diduga melakukan aksi pencabulan terhadap muridnya itu berinisial RS (41). RS diketahui merupakan pendatang dan mengajar ngaji anak-anak di desa tersebut.

Dari keterangan yang diterimanya, RS diduga mencabuli salah satu muridnya yang masih berusia 17 tahun. "Aksi pencabulan diketahui dilakukan pada Jumat, 12 Maret 2021 di Wisma PGRI, Jalan Pasundan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut," kata Muslih.

Aksi pencabulan itu pun menurutnya baru diketahui oleh orang tuanya beberapa saat sebelum aksi pembakaran terjadi. Sebelumnya, orang tua korban pun sempat curiga karena ada perubahan perilaku. Setelah memastikan, warga pun melakukan pembakaran tempat mengaji yang berupa bangunan semi permanen.

Pihak kepolisian, menurut Muslih sudah menerima laporan dari orang tua korban terkait aksi pencabulan yang dilakukan oleh RS kepada anaknya. Pihak kepolisian, saat ini masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku.

"Korbannya sampai sejauh ini yang laporan baru satu orang. Modusnya masih dalam penyelidikan, karena korbannya sekarang lagi dimintai keterangan oleh UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak), Satreskrim Polres Garut. Pelaku masih dalam penyelidikan, kita tunggu nanti,"

Muslih menjelaskan, aksi pembakaran tersebut sempat beredar di media sosial. Dalam kabar yang beredar, yang dibakar adalah sebuah pesantren, di Desa Dangiang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

"Kami klasifikasi berdasarkan hasil cek TKP dari unit reskrim dan identifikasi Satreskrim polres Garut, bahwa yang terbakar tersebut adalah yang dibakar massa di sini adalah sebuah bangunan semi permanen yang dipergunakan oleh pemilik rumah tersebut untuk mengajar ngaji. Semacam itu (madrasah), tapi belum terdaftar juga, masih diselidiki," jelasnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencabulan
  3. Kebakaran
  4. Garut
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini