Teman nyaris jadi korban, rombongan pelajar SMK kejar dan tangkap begal

Jumat, 27 Juli 2018 14:19 Reporter : Kirom
Teman nyaris jadi korban, rombongan pelajar SMK kejar dan tangkap begal borgol. shutterstock

Merdeka.com - Dayat (21), warga Kampung Ciater Tengah, RT04/07 kecamatan Serpong, Tangerang Selatan diamankan setelah melakukan aksi begal, hingga belasan kali di kawasan Ciputat dan Serpong, Tangerang Selatan. Kapolsek Serpong Kompol Dedy Kurniawan menerangkan, pelaku diamankan pelajar SMKN 1 Tangsel, setelah membuntuti pelaku yang sebelumnya sempat mencoba membegal rekannya di wilayah Ciputat.

"Pelaku dikejar oleh teman-teman pelajar SMKN 1, karena sebelumnya mencoba membegal teman mereka," kata Dedy Jumat (27/6).

Modusnya, pelaku pura-pura kehabisan bensin dan meminta bantuan kepada calon korban untuk mendorong motor pelaku.

"Jadi pelaku modus kehabisan bensin dan meminta dibantu dorong korban ke pom bensin terdekat, saat itu pelaku kemudian menodong korban dengan senjata pisau. Beruntung percobaan pencurian itu, berhasil digagalkan, karena korban yang sigap dan curiga sejak awal," katanya.

Korban, lanjut Dedy, kemudian menceritakan kejadian itu kepada rekan-rekannya. Kemudian oleh para pelajar ini, pelaku dicari.

"Tepat kemarin, para pelajar ini menemui pelaku yang ciri-cirinya mirip diceritakan korban, kemudian diamankan bersama warga sekitar," katanya.

Dari pelaku, polisi menyita barang bukti berupa BPKB, STNK, satu sepeda motor Honda Legenda, dan senjata tajam.

"Saat ini kami lakukan pemeriksaan, karena pelaku diduga bekerja tak sendiri. Kami juga mencari pendahan barang hasil kejahatan pelaku," ucapnya.

salah satu pelajar, Fauzi Maulana (17) menerangkan, penangkapan pelaku bermula dari informasi yang diperoleh dari teman sekolahnya, yang saat itu hampir menjadi korban begal.

"Teman kita Habib Maulana hampir jadi korban, terus dia menceritakan kalau pelaku ciri-cirinya menggunakan sepeda motor Honda Legenda enggak ada spakboard belakang," ucap dia.

Dari informasi itu, kemudian rekan-rekan pelajar ini menyebar, dan dua rekannya saat itu, Nabila Prayoga dan Yudi Prasetyo melihat ciri pelaku di dekat SMPN 11 Tangsel.

"Terus dibuntutin dua teman kami, sambil satunya menginfokan ke grup teman-teman, akhirnya kita merapat saat pelaku berhenti di warung kopi," kata pelajar SMKN 1 Tangsel jurusan Teknik Mesin, Fauzi Maulana.

Ketika didekati para pelajar, pelaku menodongkan pisau. Karena terus didesak, pelaku akhirnya kabur dan dikejar para pelajar.

"Kami kejar ke gang-gang, sekitar 10 menit kami kejar-kejaran pelaku kami tangkap di daerah Ciater, Serpong. Kami pukul juga tapi sama warga dihalangin, disangka kami tawuran. Karena kita pakai seragam sekolah," ucap dia.

Setelah dijelaskan, kemudian warga membawa pelaku ke rumah ketua RW setempat. Dari situ, kemudian diketahui kalau pelaku juga sempat mencuri motor milik warga Ciater lain.

"Akhirnya diinterogasi warga dan diakui sudah 15 kali mencuri, tak lama kemudian polisi Polsek Serpong datang," kata Fauzi.

Ditemui di sekolah, Fauzi bersama rekan-rekan yang lain mengaku tak takut dengan pelaku begal. Para pelajar kejuruan ini mengaku geram dengan ulah begal yang semakin meresahkan masyarakat.

"Kalau di sekolah kita boleh dikenal bandel, tapi bandel anak-anak. Enggak berani kriminal," ucap dia. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Begal Motor
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini