Teluk Mulut Seribu di Rote Ndao Mirip Raja Ampat dan Habitat Burung Langka

Sabtu, 26 Oktober 2019 04:56 Reporter : Ananias Petrus
Teluk Mulut Seribu di Rote Ndao Mirip Raja Ampat dan Habitat Burung Langka Teluk Mulut Seribu di Rote Ndao. ©2019 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Perkenalkan wisata bahari kepada dunia luar, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, menggelar Festival Mulut Seribu di Lokonamon, Desa Daima, Kecamatan Landu Leko, pada 26 - 29 Oktober besok.

Berbagai kegiatan akan digelar di Teluk Mulut Seribu yakni, parade perahu hias, perahu dayung, kebalai, Gong, Sasando, tarian Foti, Tarian Lendo atau Tarbenu, Bahorok atau Pukul kaki, serta Tarian dari semua etnis yang ada di Kabupaten tersebut.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu kepada merdeka.com mengatakan, Kabupaten Rote Ndao merupakan pulau terselatan di Indonesia yang memiliki pesona wisata bahari nan eksotis.

"Yang luar adalah Teluk Mulut Seribu karena terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil yang penuh dengan tanaman santai, sehingga mempunyai ekosistem dan panorama yang tidak kalah sama Raja Ampat di Papua Barat," ujarnya.

Menurut Paulina, kawasan Mulut Seribu merupakan habitat asli burung - burung langka, seperti burung Iriani dan Kakatua kecil berjambul kuning.

"Selain festival mulut seribu, kita juga akan perkenalkan pantai Osesole dan laut mati yang satu - satunya ada di Indonesia. Teluk mulut seribu terdapat 32 pulau dan hanya satu pulau bernama Tenalain yang berpenghuni, dengan jumlah penduduk sebanyak 516 jiwa," ungkapnya. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini