Buktikan Kesetiakawanan Semut, 2 Siswi SMAN 1 Medan Dapat Hadiah Liburan ke Jerman

Rabu, 20 Maret 2019 16:52 Reporter : Yan Muhardiansyah
Buktikan Kesetiakawanan Semut, 2 Siswi SMAN 1 Medan Dapat Hadiah Liburan ke Jerman 2 Siswi SMAN 1 Medan Dapat Hadiah ke Jerman karena meneliti semut. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Dua siswi SMA Negeri 1 Medan, Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa, mengukir prestasi. Mereka menjuarai lomba Indonesian Fun Science Award (IFSA) setelah meneliti kesetiakawanan semut.

Berkat prestasinya sebagai juara 1 di ajang yang diselenggarakan Swiss German University di Tangerang, Banten pada 9 Maret lalu, Zahra dan Nadya mendapatkan hadiah jalan-jalan seminggu ke Jerman. Mereka juga memperoleh beasiswa kuliah di negeri itu.

Zahra merupakan siswa kelas 12. Sementara Nadya duduk di kelas 10 SMA Negeri 1 Medan. Mereka meneliti semut yang diambil dari halaman sekolah di Jalan T Cik Ditiro, Medan. Mereka meneliti kesetiakawanan semut.

Penelitian berjudul "Pengujian Kesetiaan Semut dan Makanan" dilakukan Zahra dan Nadya saat libur sekolah 24 Februari lalu. Mereka mengamati tingkah laku 30 ekor semut yang dilepas pada wadah kertas. Di dalamnya dibuat perangkap lem, sedangkan di sisinya yang lain ditempatkan makanan, berupa gula pasir dan nasi.

Hasilnya, Zahra dan Nadya menyimpulkan semut sebagai makhluk setia kawan. Kesimpulan ini diambil setelah mereka mendapati 60 persen semut itu memilih menolong temannya yang terperangkap. Padahal saat itu ada makanan di sekitar mereka. Semakin banyak semut yang terperangkap, semakin banyak rekannya menolong.

"Dari tiga percobaan yang kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa semut adalah hewan yang setia kawan, oleh karena itu amanat yang bisa kita ambil adalah kalau semut saja bisa setia kenapa manusia tidak?" ucap Zahra.

Nadya menambahkan, penelitian mereka dilatarbelakangi asumsi umum tentang semut sebagai makhluk setia kawan. "Untuk itu kami ingin membuktikan apakah kesetiakawanan semut ini memang benar seperti yang orang katakan atau sebaliknya," sebut Nadya.

Penelitian yang dilakukan Zahra dan Nadya ini akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional ini. Dewan juri memberi nilai tinggi pada poster hasil penelitian yang menarik dan presentasi yang mantap di babak grand final.

Zahra dan Nadya mengalahkan ratusan peserta lain, termasuk 20 finalis. Para peserta datang dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia.

Berkat keberhasilannya menjadi juara 1, Zahra dan Nadya memperoleh trofi dan piagam. Mereka juga mendapat hadiah jalan-jalan selama seminggu ke Jerman, sekaligus kesempatan beasiswa kuliah di sana. Kedua siswa ini rencananya akan terbang ke Jerman pada Juli mendatang.

Keberhasilan Zahra dan Nadya mendapat apresiasi dari guru pembimbingnya. Prestasi keduanya diharapkan dapat memotivasi siswa lain. "Karena penelitian siswa masih kurang dari Sumut. Biasanya penelitian kan serius, tapi lomba kali ini mengajak penelitian tidak terlalu serius cukup dari yang ada di sekolah," kata Ipa Ratna Mutiara, guru pembimbing penelitian Zahra dan Nadya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini