Telepon Said Iqbal, Ratna Ngaku Dianiaya dan Minta Dipertemukan dengan Prabowo

Selasa, 9 April 2019 10:56 Reporter : Merdeka
Telepon Said Iqbal, Ratna Ngaku Dianiaya dan Minta Dipertemukan dengan Prabowo Said Iqbal. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal bersaksi di sidang perkara penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam kesaksiannya, Said mengaku dihubungi Ratna Sarumpaet melalui handphone stafnya, Saharudin pada tanggal 28 September 2018.

Kebetulan saat itu, handphonenya mati. Kemudian, Saharudin menghubungi stafnya bernama Septian di KSPI. Dalam pembicaraan, Said diminta datang ke rumah.

"Telepon Saharudin (staf Ratna) masuk ke staf saya. Staf saya bilang ka Ratna mau bicara. Dikasihlah ke saya dan ke Ratna. Kak Ratna minta datang ke rumahnya," ucap Said Iqbal, Selasa (9/4).

Said yang saat itu sedang dalam perjalanan memilih untuk pulang ke kediamannya. Alasan Said menolak datang karena kondisi di jalan sedang tidak bersahabat. Perbincangan pun tiba-tiba terhenti.

"Saya tidak mau ke sana karena jalanan macet karena waktu itu sedang hujan lebat," ucap Said.

Said menjelaskan, Ratna kembali menelepon sambil terisak menangis dan meminta datang ke rumah. "Kamu harus datang karena kakak (Ratna Sarumpaet) dianiaya," ucap Said menirukan suara Ratna.

Mendengar cerita itu, Said memutar balik kendaraan yang ditumpangi dan bergegas menuju rumah Ratna Sarumpaet. "Saya minta taksi belok sampai di sana (Ratna Sarumpaet) jam 11 malam bertemu dengan Sahar dipersilakan masuk ketemu kak Ratna," ucap Said.

Said dijelaskan oleh Ratna Sarumpaet tentang penganiayaan yang dialami sambil menunjukkan foto lebam. Dirinya pun merespons.

"Kak sebaiknya lapor polisi tetapi kak Ratna menjawab ada pertimbang-pertimbangan lain sehingga tidak melapor ke polisi," ucap dia.

Said lalu menghubungi rekannya Andi Harnoko. Mereka duduk bertiga di ruang tamu. Ratna kembali menceritakan penganiayaan.

Ratna meminta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Esok harinya, Said menghubungi ajudan untuk bertemu Prabowo. Sebelumnya, Ratna mengaku sudah bicara dengan Fadli Zon. Bahkan, menurut keterangan Ratna, Fadli telah mengatur pertemuan dengan Prabowo Subianto.

Singkat cerita, ajudan menjawab pesannya pada tanggal 1 oktober 2018. "Saat itu bahwa tanggal 2 Oktober Prabowo berkenan menerima saya," tukas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini