Teknologi truk ini diyakini dapat menekan angka kecelakaan

Selasa, 23 Juni 2015 14:42 Reporter : Al Amin
Safety Truck. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri, sejumlah kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun umum terlibat kecelakaan yang mengakibatkan kematian. Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, pada arus mudik dan balik tahun 2014, mengakibatkan 490 orang meninggal.

Beberapa faktor yang mengakibatkan kecelakaan antara lain, faktor kelelahan dan sopir yang mengantuk. Selain itu, aksi sopir yang tak sabar kemudian menyalip kendaraan di depan, khususnya truk melalui lajur kanan jalan juga ditengarai menjadi pemicu kecelakaan.

Untuk menekan angka kecelakaan akibat menyalip kendaraan tersebut, perusahaan asal Korea Selatan, Samsung meluncurkan truk berteknologi tinggi bernama 'Safety Truck'. Teknologi tersebut diyakini dapat menekan angka kecelakaan.

"Langkah selanjutnya adalah untuk melakukan tes dan menyesuaikan dengan protokol yang ada di tingkat nasional dan mendapat persetujuan dan izin yang diperlukan. Untuk ini, Samsung ini bekerja sama dengan lembaga swadaya mengemudi secara aman dan pemerintah," seperti dikutip merdeka.com dari samsungtomorrow.com, Selasa (23/6).

Cara kerja teknologi ini dengan menanamkan kamera di bagian bumper truk trailer. Hasil rekaman kamera tersebut kemudian ditampilkan di layar yang diletakkan di bagian belakang truk yang memperlihatkan kondisi jalan di depan.

Dengan tampilan tersebut, pengendara yang berada di belakang akan lebih berhati-hati saat akan menyalip truk yang ada di depannya. Sementara, teknologi Safety Truck baru diterapkan di Argentina, di mana angka kecelakaan kendaraan tertinggi di dunia akibat menyalip kendaraan yang ada di depannya.

Berikut video cara kerja teknologi Safety Truck.

[amn]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.